news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota DPR-RI Bambang Haryo Sebut Sinergi Stakeholder Jadi Kunci Keselamatan Transportasi Laut.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Anggota DPR RI Bambang Haryo Sebut Sinergi Stakeholder Jadi Kunci Keselamatan Transportasi Laut

Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai penanganan korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah berjalan cukup baik, khususnya dari sisi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:05 WIB
Reporter:
Editor :

Sebagai Alumni Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, BHS menilai keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab operator. Tetapi ada stake holder ( Pemangku Kepentingan Keselamatan ) termasuk regulator ( Kemenhub ) , dan Biro Klasifikasi Indonesia , fasilitator atau Kepelabuhanan ( PELINDO ) , serta konsumen ( Pengguna Jasa ). Dan bahkan ada unsur penyelamatan yang menjadi kunci keberhasilan keselamatan pelayar bila terjadi kecelakaan. 

Menurutnya, tugas operator menjalankan standarisasi keselamatan dan kenyamanan sesuai Aturan Undang Undang Pelayaran No 17 tahun 2008 dan tidak boleh ditawar. Sedangkan tugas fasilitator kepelabuhanan memberikan pelayanan terminal baik penumpang maupun kendaraan dengan pengawasan X-Ray yang ketat agar barang berbahaya tidak terbawa penumpang maupun kendaraan. 

Tapi kenyataannya sebagian besar pelabuhan tidak memiliki X-Ray penumpang apalagi X-Ray kendaraan. Sehingga seringnya kapal terjadi kebakaran akibat kendaraan truk yang membawa barang berbahaya mudah terbakar. Dan ini juga disinyalir terjadi di kapal KMP Mutiara Sentosa II. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu pengemudi korban kecelakaan kapal tersebut yang saat ini masih dirawat dirumah sakit PHC.

Kejadian seperti ini banyak terjadi di beberapa lintasan. Seperti halnya di angkutan udara fungsi memfilter barang berbahaya adalah dilakukan oleh bandara yang sepenuhnya bertanggung jawab bila gagal memfilter, sedangkan dilaut adalah peran PELINDO. Demikian juga peran konsumen, kurangnya pengertian tentang bahayanya membawa barang yang mudah terbakar dan bahkan ada yang dengan sengaja menyembunyikan barang barang berbahaya mudah terbakar tersebut ( Imflammable ). 


BHS juga menegaskan regulator ( KEMENHUB ) telah menjalankan fungsi pengawasan terhadap kondisi kapal, awak kapal, hingga jenis dan kapasitas muatan. Dan operator menyiapkan sumber daya manusia yang mempunyai sertifikasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah ( KEMENHUB ). Dan manajemen keselamatan di kapal juga diatur oleh regulator dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan international yaitu International Safety Management (ISM) Code.

"Saya melihat semua KMP Mutiara Sentosa II sudah menggunakan Life Buoy ( Pelampung ) dan diarahkan ke tempat yang aman oleh Crew Kapal. Ini adalah prosedur ISM Code yang sudah dijalankan oleh Crew Kapal tersebut, seperti halnya di semua negara yang meratifikasi IMO," Ujarnya.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:25
17:23
05:42
00:57
02:03
01:02

Viral