news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota DPR-RI Bambang Haryo Sebut Sinergi Stakeholder Jadi Kunci Keselamatan Transportasi Laut.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Anggota DPR RI Bambang Haryo Sebut Sinergi Stakeholder Jadi Kunci Keselamatan Transportasi Laut

Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai penanganan korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah berjalan cukup baik, khususnya dari sisi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:05 WIB
Reporter:
Editor :

Lebih lanjut, BHS meminta pemerintah memperkuat kemampuan Basarnas dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) sebagai coast guard agar dapat mempercepat waktu tanggap penyelamatan ( Response Time ). Yang dimana di Filipina, response time SAR 15 menit sampai dengan 1 jam, demikian juga di Jepang dengan waktu yang sama, petugas SAR bersama infrastruktur kapal dan helikopter sudah sampai di tempat dengan waktu diatas.

Sudah seharusnya home base coast guard dan SARNAS ada di sentral Indonesia, terutama tempat yang memiliki traffic yang padat baik laut maupun udara. Dan sudah seharusnya anggaran SAR tidak boleh dikurangi, karena menyangkut kemampuan untuk penyelamatan nyawa publik. 

Seperti hal nya saat kecelekaan Kapal Senopati Nusantara di tahun 2006, yang tenggelam di Perairan Semarang, kapal sudah menyiapkan semua peralatan keselamatan baik jaket keselamatan, life craft, dan sekoci. Tetapi karena tidak ada tim penyelamat saat itu, penumpang kapal yang sudah diatas sekoci, ditemukan di Masalembu dekat perairan Sulawesi dalam keadaan semua penumpangnya meninggal dunia karena kelaparan dan kehausan. Dan alasan SAR kekurangan anggaran untuk menggerakkan armadanya seperti kapal dan helikopter. 

Beruntung juga sebelum SAR hadir di lokasi kecelakaan, 9 kapal niaga, kargo dan Tugboat sudah menyelamatkan penumpang yang terapung apung selama 3 jam. Sehingga penumpang sudah terevakuasi sebanyak 230 penumpang.

Adanya anggapan KMP MS II sudah uzur karena berumur 34 tahun adalah tidak benar. Karena kapal selalu melakukan pembaruan dengan pengedokan mengganti bagian kapal yang mengalami keausan dengan komponen yang baru. Sehingga kapal selalu dalam kondisi baru dan layak, baik lambung maupun permesinannya. 

Masih banyak kapal kapal di dunia yang jauh lebih tua tapi masih beroperasi secara maksimal. Seperti di Italia terdapat kapal seperti AF Francesca (sebelumnya bernama Domiziana) atau MSC Aurelia. Keduanya dibangun pada akhir tahun 1970-an dan masih beroperasi melayani rute pulau di Italia. Dan kapal Kanada di wilayah timur rata rata berusia 40 tahun.

BHS menegaskan bahwa usia kapal bukanlah penentu utama keselamatan. Terlebih, KMP Mutiara Sentosa II telah menjalani proses ram check pada Juni 2026. Maka kemudian, kapal yang telah berusia tua pun tetap layak beroperasi selama rutin menjalani docking, perawatan berkala, serta memenuhi seluruh standar kelaiklautan dan keselamatan pelayaran. Tutup BHS. (aag)

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:25
17:23
05:42
00:57
02:03
01:02

Viral