Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Tanjung Perak, BHS Minta KNKT Teliti Muatan dan Daya Apung
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, BHS menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperiksa secara menyeluruh, terutama kapasitas dan berat muatan, stabilitas kapal, sumber daya manusia, serta sistem keselamatan pelayaran.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra itu mengatakan, evaluasi terhadap kecelakaan KM Virgo Transport 8 harus dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, anggapan bahwa kecelakaan terjadi karena kapal sudah berusia tua tidak tepat jika dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
BHS menjelaskan, di sejumlah negara masih terdapat kapal berusia puluhan hingga lebih dari 100 tahun yang tetap beroperasi. Di Swedia, misalnya, terdapat M/S Enköping yang dibangun pada 1868 dan kini berusia sekitar 158 tahun.
Kapal tersebut disebut sebagai kapal penumpang tertua di dunia yang masih beroperasi.
Di Denmark, terdapat S/S Hjejlen yang dibangun pada 1861. Kapal uap tersebut disebut sebagai kapal uap tertua di Denmark dan paddle steamer berbahan bakar batu bara tertua di dunia yang masih beroperasi dengan mesin aslinya. Pada 2026, usianya mencapai sekitar 165 tahun.
Sementara di Kanada terdapat RMS Segwun yang dibangun pada 1887 dan tercatat sebagai kapal uap tertua yang masih beroperasi di Amerika Utara.
Di Hong Kong, sejumlah kapal ferry juga memiliki usia puluhan tahun, dengan beberapa armada dibuat pada 1950–1960-an.
Sementara di Italia terdapat kapal yang disebut dirancang pada 1513 oleh Maestro Leonardo Da Vinci dan bernama Ferry Leonardo.
Menurut BHS, usia kapal secara teknis tidak menjadi satu-satunya ukuran kelayakan. Kapal secara berkala menjalani pembaruan Kelas saat pengedokan dan penggantian komponen yang mengalami keausan.
“Kapal ini KM Virgo Transport 8 masih relatif muda yaitu 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi yang tinggi. Bahkan plat dari kapal jepang semua menggunakan plat high tensile. Yang mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik ( strength ) yang sangat kuat. Seperti hal nya kapal kapal dari negara negara maju Eropa. Makanya kapal kapal ex Jepang yang ada di Indonesia walaupun berusia tua kondisinya masih bagus dan mempunyai kelayakan kapal sesuai dengan standarisasi Kelas dan Perhubungan Laut Indonesia,” Ujarnya.
Load more