- Laman resmi
Teknologi Digital, AI, dan Media Sosial Mengubah Demokrasi, Indonesia-Australia Soroti Ancaman bagi Generasi Muda
Masyarakat membutuhkan informasi yang akurat agar dapat membentuk pandangan dan mengambil keputusan secara mandiri. Karena itu, penggunaan teknologi perlu diiringi upaya mencegah manipulasi informasi dan menjaga kualitas ruang publik. Milton Dick turut menyoroti kebutuhan energi dan air yang berkaitan dengan pengoperasian pusat data, sehingga perkembangan AI juga perlu dilihat dari sisi keberlanjutan.
Bagi Indonesia yang memiliki populasi generasi muda besar, pertukaran pengalaman tersebut dinilai relevan untuk memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan digital. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan inovasi teknologi tanpa mengabaikan perlindungan masyarakat, kebebasan memperoleh informasi, dan tanggung jawab perusahaan digital.
Selain isu teknologi, pertemuan itu turut menyinggung hubungan Indonesia–Australia yang telah terbangun selama berbagai periode kepemimpinan, mulai dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri John Howard hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese.
Milton Dick menekankan pentingnya kepercayaan dalam menjaga hubungan kedua negara. “Hubungan yang kuat dibangun melalui kepercayaan selama bertahun-tahun. Pemerintah dapat berganti, tetapi hubungan persahabatan dan komitmen untuk saling memahami harus tetap terjaga,” demikian inti pesan yang mengemuka dalam dialog tersebut.
Kesinambungan hubungan bilateral perlu diperkuat melalui komunikasi antarpemerintah, antarparlemen, dan antarmasyarakat agar kerja sama tetap berjalan di tengah perubahan politik maupun teknologi.
Literasi Demokrasi Generasi Muda dan Ancaman Kejahatan Siber
Tantangan demokrasi digital tidak berhenti pada regulasi platform. Kemampuan masyarakat untuk memahami informasi, mengenali manipulasi, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo, mengangkat pertanyaan mengenai cara mendorong partisipasi generasi muda yang konstruktif di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan tantangan misinformasi.
Menanggapi hal itu, Milton Dick menjelaskan program pendidikan kewargaan yang ia dorong di Australia. Program tersebut membantu masyarakat, khususnya pelajar, memahami fungsi parlemen, proses pembentukan undang-undang, cara kerja institusi demokrasi, serta jalur partisipasi warga negara.
Ia juga menceritakan pengalamannya mengunjungi sekolah-sekolah di berbagai wilayah Australia, termasuk daerah terpencil, untuk memberikan pendidikan kewargaan secara langsung kepada siswa.