news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) di Puskesmas Jakarta Timur..
Sumber :
  • ANTARA

Dua Tahun CKG, 105 Juta Orang Terjangkau untuk Deteksi Dini Risiko Kesehatan

Upaya nyata dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Senin, 26 Oktober 2026 - 12:08 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Selama dua tahun memimpin Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto terus mendorong berbagai langkah konkret untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai diluncurkan pada Februari 2025.

CKG merupakan program pemeriksaan kesehatan tanpa biaya yang dapat diikuti oleh seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia). Masyarakat cukup mendatangi puskesmas terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mendeteksi kemungkinan risiko penyakit sejak dini, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan tuberkulosis.

Melalui penyelenggaraan CKG, Prabowo berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh layanan skrining kesehatan, khususnya bagi mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Deteksi dini tersebut memungkinkan masyarakat mengenali potensi gangguan kesehatan lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit kronis. Langkah ini penting mengingat biaya pengobatan dan pemulihan penyakit kronis relatif besar dan berpotensi membebani keuangan masyarakat.

Lebih dari sekadar memberikan akses pemeriksaan kesehatan, CKG juga dipandang sebagai investasi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas pada masa mendatang.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin mampu menjaga kondisi kesehatannya sehingga dapat mempertahankan produktivitas dalam jangka panjang. Produktivitas yang terpelihara diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan cita-cita mereka. Pada akhirnya, kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, pelaksanaan CKG diharapkan dapat menekan kebutuhan anggaran kesehatan untuk menangani penyakit kronis pada masa depan. Dengan pertimbangan tersebut, program ini tidak hanya menjadi kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga merupakan langkah strategis dan rasional untuk mendorong produktivitas nasional.

“Ini adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,” ujar Prabowo kala menyinggung CKG dalam pidatonya di World Economic Forum, 22 Januari 2026.

Prabowo Lakukan Gerak Nyata, CKG Siap Tingkatkan Harapan Hidup Masyarakat

Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Antara

Dalam perkembangannya, CKG telah menjelma menjadi program pemeriksaan kesehatan dengan cakupan terbesar dalam sejarah Indonesia. Hingga 4 Oktober 2026, jumlah masyarakat yang telah memanfaatkan program tersebut mencapai sekitar 105 juta orang.

Meski demikian, keberhasilan CKG tidak hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang mengikuti pemeriksaan. Pemerintah juga mengolah dan menganalisis temuan kesehatan para peserta sebagai dasar untuk menyusun kebijakan yang tepat dalam mencegah serta menangani berbagai risiko penyakit.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan selama program berlangsung, Kementerian Kesehatan mengidentifikasi tiga masalah kesehatan yang paling sering ditemukan pada peserta CKG. Ketiganya adalah dislipidemia atau kelainan kadar lemak dalam darah, hipertensi, dan diabetes.

Temuan tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk melakukan penanganan terhadap ketiga kondisi kesehatan tersebut guna mengurangi risiko munculnya penyakit kronis, termasuk stroke dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya. 

Upaya penanganan dilakukan melalui pemberian obat-obatan dan layanan perawatan gratis, sekaligus membantu masyarakat membiasakan pola hidup yang lebih sehat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa pemeriksaan dini yang disertai penanganan lanjutan telah membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko kesehatan sejak awal. Upaya tersebut juga dinilai berperan dalam mendorong masyarakat mengubah kebiasaan sehari-hari ke arah yang lebih sehat.

Menurut Dante, penilaian tersebut mengacu pada rekam medis peserta CKG yang mengikuti pemeriksaan pada tahun sebelumnya, terutama data tekanan darah dan kadar gula darah. Kedua indikator tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke dan penyakit kardiovaskular. Data yang digunakan dalam analisis tersebut dihimpun hingga 30 September 2026.

Dalam pemantauan terhadap kondisi hipertensi, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 6,81 juta peserta CKG pada tahun sebelumnya terdiagnosis memiliki tekanan darah tinggi.

Dari total peserta yang terdiagnosis tersebut, sebanyak 2,41 juta orang kembali menjalani pemeriksaan melalui CKG pada tahun ini. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa 1,13 juta orang atau setara dengan 46,9 persen dari peserta yang kembali diperiksa berhasil memiliki tekanan darah yang terkendali.

Adapun pada pemantauan diabetes, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 1,02 juta peserta CKG tahun sebelumnya yang terdiagnosis menderita diabetes melitus.

Dari kelompok tersebut, sebanyak 340.117 orang kembali mengikuti CKG pada tahun ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, 235.895 orang atau sekitar 69,4 persen di antaranya tercatat memiliki kadar gula darah yang terkendali.

Melihat perkembangan tersebut, Dante optimistis bahwa apabila tren pengendalian faktor risiko ini terus berlanjut, CKG dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.

Keberhasilan upaya pencegahan tersebut juga diharapkan berdampak pada peningkatan angka harapan hidup penduduk Indonesia. Dari rata-rata saat ini yang berada di kisaran 71–72 tahun, angka harapan hidup nasional ditargetkan dapat meningkat menjadi 76–78 tahun.

“Jadi, manfaatnya (CKG) baru terasa di tahun 2035, tapi sudah kita mulai kerjakan dari sekarang. Jadi, sampai 10 tahun nanti kita benar-benar akan merasakan manfaatnya,” ujar Dante, Rabu (30/9).

Pemerintah Berkomitmen Perluas Jangkauan dan Tingkatkan Kualitas CKG

Menko Muhaimin Cek Keberlangsungan CKG di Tangerang Selatan
Sumber :
  • Antara

Pemerintah menilai bahwa kesehatan masyarakat merupakan salah satu prasyarat utama untuk membentuk generasi Indonesia yang unggul. Atas dasar itu, pemerintah menetapkan sasaran agar jumlah penerima manfaat CKG mencapai 130 juta orang hingga akhir 2026.

Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan di Gedung DPR pada 14 Agustus lalu, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kualitas pelaksanaan CKG sekaligus memperluas cakupan program agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh manfaatnya.

Melalui CKG, pemerintah menunjukkan komitmen dan kehadiran negara dalam melindungi serta meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang semakin sejahtera.

“Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat,” jelasnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral