- YouTube/Timothy Ronald
Kasus Dugaan Penipuan Kripto Disetop Polisi, Ini Profil Timothy Ronald Pendiri Akademi Crypto
1. Menghasilkan Uang dari Game
Saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Timothy Ronald diketahui gemar bermain game.
Ketertarikan tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk memperoleh penghasilan.
Ia pernah mengikuti turnamen Mobile Legends dan disebut berhasil meraih posisi kedua dalam kompetisi tersebut.
Dari kegiatan itu, Timothy mendapatkan hadiah berupa uang tunai.
Tak berhenti di sana, ia juga menawarkan jasa joki game, yakni memainkan akun milik orang lain untuk membantu meningkatkan level atau peringkat permainan.
Dari jasa tersebut, Timothy disebut mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.
Pengalaman ini menjadi salah satu langkah awalnya dalam mempelajari cara menghasilkan uang dari keterampilan yang dimiliki.
2. Mulai Berbisnis Sejak SMA
Memasuki sekolah menengah atas (SMA), Timothy mulai mencoba peluang bisnis dengan menjual pomade atau produk penata rambut pria yang saat itu cukup populer.
Aktivitas tersebut memberinya pengalaman dalam menjalankan usaha, mulai dari mengenali kebutuhan pasar hingga memasarkan produk kepada konsumen.
Pada periode yang sama, Timothy juga mulai tertarik pada investasi saham.
Ia disebut telah mengenal dunia pasar modal sejak berusia 15 tahun dan menggunakan uang hasil usaha maupun pekerjaan paruh waktu sebagai modal investasi.
Pengalaman berbisnis sejak usia muda kemudian menjadi salah satu bekal Timothy dalam mengembangkan usahanya di bidang keuangan dan teknologi.
3. Menekuni Investasi Saham
Timothy Ronald mulai dikenal lebih luas setelah membagikan pengalamannya berinvestasi saham.
Ia disebut pernah memperoleh penghasilan puluhan juta rupiah per bulan dari aktivitas investasi yang dijalankannya.
Salah satu investasi yang kerap dikaitkan dengan perjalanan finansialnya adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Timothy juga dikabarkan berhasil mengumpulkan Rp1 miliar pertamanya ketika berusia 20 tahun.
Namun, angka tersebut merupakan informasi yang beredar mengenai pencapaian finansialnya dan perlu dibedakan dari data kekayaan yang telah diaudit atau diverifikasi secara independen.
Selain berinvestasi, Timothy sempat mendirikan agensi pemasaran yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengalaman tersebut memperluas kiprahnya dari seorang investor menjadi pengusaha yang terlibat dalam pengembangan bisnis.