news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi..
Sumber :
  • PNM

Jejak Karier Arief Mulyadi, Mantan Dirut PNM yang Berpulang pada Usia 58 Tahun

Arief Mulyadi, mantan Dirut PNM yang meninggal dunia memiliki perjalanan karier panjang dari Account Officer hingga memimpin PNM dan mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui Mekaar.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kabar duka datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Mantan Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 11.23 WIB. 

Kepergiannya menyisakan duka sekaligus mengingatkan publik pada perjalanan panjang kariernya, dari petugas lapangan hingga menduduki posisi tertinggi di perusahaan tersebut.

Informasi wafatnya Arief disampaikan melalui pernyataan resmi PNM. Perusahaan menyampaikan belasungkawa sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi almarhum dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap keluarga besar PT PNM menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Arief Mulyadi Direktur Utama PNM periode 2018–2026,” tulis keterangan resmi PNM.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan bagi PNM dan pemberdayaan masyarakat Indonesia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Al-Fatihah,” sambungnya.

Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Wafat
Sumber :
  • PNM

Arief dikenal sebagai sosok yang membangun karier dari bawah. Ia bergabung dengan PNM pada 1999 sebagai Account Officer lapangan, sebelum akhirnya dipercaya memimpin perusahaan pada 2018.

Sepanjang perjalanan profesionalnya, ia menempati sejumlah posisi strategis yang berkaitan dengan pengembangan usaha, manajemen risiko, dan pemberdayaan masyarakat.

Profil Arief Mulyadi, Mantan Direktur Utama PNM

Arief Mulyadi lahir pada 23 Juni 1968. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Biologi, Jurusan Ekologi, Universitas Jenderal Soedirman dan menyelesaikan studinya pada 1993.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan mengambil program Kajian Strategi Ketahanan Nasional. Pendidikan magister tersebut diselesaikannya pada 2006.

Sebelum berkarier di PNM, Arief memiliki pengalaman di bidang penelitian dan sektor perbankan. Ia pernah bekerja di Bank Nusa Internasional pada 1994–1999, dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan layanan perbankan dan pengembangan bisnis.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal ketika ia bergabung dengan PNM pada 1 Juni 1999. Saat itu, Arief memulai karier sebagai Account Officer lapangan, posisi yang berkaitan langsung dengan pelayanan pembiayaan dan hubungan dengan nasabah.

Perjalanan Karier Arief Mulyadi dari Petugas Lapangan hingga Dirut

Karier Arief di PNM berkembang melalui berbagai bidang. Setelah menjalankan tugas di lapangan, ia mendapat tanggung jawab dalam pengembangan produk, manajemen mutu, manajemen risiko, serta pengelolaan cabang.

Pada 2007, Arief pernah dipercaya menjadi Kepala Cabang Jakarta. Ia kemudian menjalani sejumlah tugas manajerial sebelum memperoleh posisi yang lebih strategis di tingkat perusahaan.

Pada 2013, Arief diangkat sebagai Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset. Ia juga pernah menduduki jabatan eksekutif lain sebelum dipercaya menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha pada 2017.

Pada tahun yang sama, Arief menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Pengalaman di berbagai bidang tersebut memperluas pemahamannya mengenai pengelolaan perusahaan dan menjadi bagian dari perjalanan menuju posisi direktur utama.

Arief resmi diangkat sebagai Direktur Utama PNM pada 13 Februari 2018. Ia kembali dipercaya memimpin perusahaan untuk periode 2022–2026 melalui keputusan pemegang saham pada April 2022.

Masa jabatannya berakhir pada Mei 2026, ketika posisi Direktur Utama PNM beralih kepada Kindaris. Dengan demikian, Arief telah berstatus mantan direktur utama saat kabar wafatnya diumumkan pada Oktober 2026.

Salah satu program yang berkaitan erat dengan perjalanan kepemimpinan Arief adalah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau PNM Mekaar. Program ini menyediakan pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan dari keluarga prasejahtera, terutama pelaku usaha ultra mikro.

Melalui Mekaar, nasabah tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Pada masa kepemimpinan Arief, jumlah nasabah Mekaar berkembang hingga mencapai sekitar 15,2 juta orang. Program tersebut menjadi salah satu layanan unggulan PNM dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga.

Selain Mekaar, PNM juga menjalankan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang memberikan pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain pengembangan pembiayaan, Arief juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi operasional dan pelayanan nasabah. Salah satu inovasi yang dikembangkan PNM adalah Mekaar Digi, yang berkaitan dengan digitalisasi layanan Mekaar.

PNM juga mengembangkan sistem E-Office untuk mendukung administrasi dan kegiatan internal perusahaan. Inovasi internal melalui Innovation Festival atau I-Fest turut menjadi sarana bagi pegawai untuk menyampaikan gagasan pengembangan layanan.

Selama berkarier di sektor pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat, Arief menerima sejumlah apresiasi. Ia tercatat memperoleh penghargaan TOP CEO dalam Bisnis Indonesia Awards 2022.

Pada 2024, ia juga mendapat apresiasi dalam Anugerah Inspiratif dari Liputan6.com yang berkaitan dengan kontribusi PNM dalam transformasi sosial ekonomi dan pemberdayaan perempuan. Sejumlah pengakuan lain turut tercatat dalam perjalanan profesionalnya.

Arief menghabiskan lebih dari 26 tahun kariernya di PNM sejak bergabung pada Juni 1999. Perjalanannya dari Account Officer lapangan hingga menjadi direktur utama menjadi bagian penting dari rekam jejak profesionalnya.

Kepergiannya pada usia 58 tahun menutup perjalanan panjang di perusahaan yang berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro. Dedikasi, pengembangan layanan pembiayaan, serta upaya memperluas akses modal bagi perempuan prasejahtera menjadi bagian dari kiprah Arief Mulyadi yang dikenang PNM.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral