- YouTube tvOneNews
Ayah Timothy Anugerah Tak Habis Pikir Tidak Ada CCTV Rekam Dugaan Aksi Lompat dari Gedung FISIP Unud, Polisi: Sebenarnya Ada
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi membeberkan Lukas Triana Putra, ayah Timothy Anugerah Saputra sempat bertanya terkait rekaman CCTV di Universitas Udayana (Unud), Bali.
Lukas masih heran kenapa tidak ada CCTV yang merekam dugaan aksi Timothy Anugerah melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Unud.
Lukas menanyakan perkara CCTV di sekitar area Gedung FISIP Unud saat bertemu dengan pihak Polsek Denpasar Barat.
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi membenarkan ayah Timothy Anugerah bertanya terkait CCTV.
"Intinya beliau menanyakan, itu sebenarnya korban jatuh dari lantai berapa seperti itu, karena ada simpan siur dari lantai dua ataukah lantai empat," kata Kompol Laksmi lewat program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Senin (20/10/2025).
- tvOneNews
Terkait dari hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, mahasiswa semester 7 itu dipastikan melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Unud.
Pasalnya tidak ada satu pun yang mengetahui kapan Timothy melompat untuk mengakhiri hidupnya.
Lukas ingin memastikan seperti apa motif mahasiswa kelahiran asal Bandung itu mengakhiri hidup secara tragis.
"Apakah benar tidak ada CCTV yang merekam kejadian tersebut? Itu pertanyaan dari ayah korban," tutur Laksmi sambil mengulas ucapan Lukas.
Laksmi memaparkan terkait kondisi CCTV telah merekam kegiatan korban saat berada di lobi hingga posisi terjatuh.
"Itu ada, jadi terekam oleh CCTV pada saat korban masuk ke gedung itu di lobi depan, di CCTV yang sama juga merekam pada saat korban terjatuh," tegasnya.
Untuk urusan CCTV di lantai 4 Gedung FISIP Unud, kata Laksmi, sebenarnya pihak kampus telah menyedikan alat perekam di sana.
Usut punya usut, polisi menemukan fakta terbaru bahwa kondisi CCTV di lantai 4 sedang mengalami kerusakan.
"Sudah koordinasi dengan pihak kampus juga, itu rusaknya CCTV di lantai 4 itu diperkirakan dari sekitar 2023," bebernya.
Walau begitu, peristiwa Timothy diduga jatuh tidak begitu terekam jelas lewat CCTV lainnya.
Polisi pun coba berusaha melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi saat peristiwa Timothy terjatuh dari lantai 4.
Laksmi menegaskan, ada tiga orang sebagai saksi yang tidak sengaja melihat Timothy saat keluar dari lift lantai 4 FISIP Unud.
"Keluar dari lift datang, kemudian berjalan, kemudian korban duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan ada tas dan sepatu milik korban," jelasnya.
Laksmi menambahkan bahwa, tiga orang saksi tersebut tidak begitu mengenali sosok mendiang Timothy.
"Jadi, dibiarkan saja atau tidak terlalu menghiraukan kegiatan dari korban. Tiga orang saksi ini melanjutkan pembicaraan mereka," ucapnya.
Setelah mereka berbincang selama 15 menit, seorang saksi tidak sengaja menolehkan ke arah tempat duduk terakhir Timothy.
"Di situ, ada sepatu yang dilihat, 'eh ada sepatu'. Jadi seperti itu kata mereka. Salah satu menyampaikan, 'Oh, mungkin punya yang tadi, sudah biarin aja karena tidak kenal'," papar Laksmi.
Laksmi melanjutkan bahwa ada juga seorang saksi ketika melihat Timothy melepas sepatu sebelum lompat dari lantai 4.
"Karena saksi itu juga tidak kenal dengan korban, jadi saat melihat korban melepas sepatu itu saksi sekadar melihat lalu masuk ke dalam kelas meletakkan jaket dan peralatan lainnya," ujarnya.
"Ketika saksi keluar lagi, sudah tidak ada korban di sana. Jadi seperti itu," tukasnya.
Tragedi Timothy Anugerah mencuat setelah percakapan bullying terhadap korban dalam sebuah grup WhatsApp viral di media sosial.
Timothy diduga sengaja melompat bunuh diri dari lantai 4 Gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10/2025).
Timothy terakhir ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Penyebabnya diduga akibat menjadi korban bullying oleh mahasiswa lain.
(hap)