- istimewa - antaranews
Wapres Gibran Sorot Musibah Banjir dan Longsor di Sumatera-Aceh, Harap Proses Pemulihan Berjalan Lancar
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka cita atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Hal ini disampaikannya melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming dan @setwapres.ri, dengan menampilkan video saat insiden terjadi.
“Bangsa Indonesia sangat berduka atas musibah banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peristiwa ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” kata Gibran, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Kemudian Gibran mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak, hingga memberikan bantuan secara tepat sasaran hingga ke pelosok terpencil.
“Presiden Prabowo telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan logistik secara tepat sasaran hingga pelosok terkecil, memastikan layanan kesehatan dan pos pengungsian berfungsi optimal, serta membuka kembali akses menuju wilayah-wilayah yang terisolasi,” jelas Gibran.
Selanjutnya Gibran berharap agar proses pemulihan atas peristiwa ini dapat berjalan dengan lancar, dan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan serta perlindungan Allah SWT.
“Kita doakan bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dari Allah SWT, dan semoga proses pemulihan berjalan lancar, Amin,” terangnya.
Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan, sebanyak 61 orang tewas akibat banjir bandang dan longsor.
"Update 28 November pukul 21.00 WIB total korban meninggal dunia 61 orang," ujar BPBD Sumbar dalam laporannya, Sabtu (29/11/2025).
Korban meninggal tersebut terdiri dari satu orang di Kabupaten Pasaman Barat, 47 di Agam, tujuh di Padang Panjang, satu di Kota Solok, dan lima orang di Kota Padang.
Selain itu, tim SAR gabungan hingga kini masih terus memasifkan pencarian korban hilang akibat bencana hidrometeorologi, terutama di Kabupaten Agam.
Di Kabupaten Pasaman Barat, BPBD merekap 1.712 rumah terendam banjir, 1.248 kepala keluarga (KK), 122 hektare (Ha) lahan, empat rumah rusak, dan satu fasilitas kesehatan rusak dengan total kerugian mencapai Rp363 juta.