news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Sumber :
  • Tangkapan layar TV Parlemen

Hari Keempat SAR Pesawat ATR 42-500, Dua Korban Ditemukan Sulit Dievakuasi karena Medan dan Cuaca

Operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat.
Selasa, 20 Januari 2026 - 18:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat.

Tim SAR gabungan telah menemukan dua korban, namun proses evakuasi masih terkendala medan ekstrem dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kedua korban yang telah ditemukan saat ini masih dalam proses evakuasi.

Menurutnya, lokasi jatuhnya pesawat berada di punggung gunung dengan kontur curam, sehingga menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

“Bahwa hari ini kita hari keempat melaksanakan operasi SAR. Dua korban yang sudah ditemukan sekarang dalam proses evakuasi, memang karena kondisi medan dan juga cuaca,” ujar Syafii kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, apabila evakuasi menggunakan pesawat tidak memungkinkan, tim akan tetap berupaya memindahkan korban secara manual menuju punggung atau puncak Gunung Bulusaraung dengan memaksimalkan jumlah personel yang ada.

“Dengan jumlah personel yang ada kita berupaya, pada saat pesawat tidak bisa evakuasi, kita akan berupaya tetap untuk merapatkan korban ini ke punggung daripada puncak Gunung Bulusaraung,” jelasnya.

Syafii menyebutkan, tim SAR telah mengerahkan berbagai unsur udara untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi, termasuk pesawat Boeing dan tiga unit helikopter.

Selain itu, upaya modifikasi cuaca juga dilakukan agar kondisi di lokasi membaik.

“Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter, sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik,” ucapnya.

Meski peluang keselamatan dinilai sangat kecil, Syafii menegaskan tim SAR belum menutup harapan sepenuhnya.

“Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup,” tegasnya.

Ia mencontohkan pernah ada kejadian kecelakaan pesawat dengan kondisi puing yang hancur, namun penumpang ditemukan selamat beberapa hari kemudian.

“Karena pernah itu kejadian, ada pesawat crash kemudian kondisinya sama terburai pesawatnya, tapi ternyata ada penumpang yang terlempar kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup,” katanya.

Selain pencarian korban, tim SAR juga mulai mengumpulkan puing-puing pesawat untuk selanjutnya diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kita akan berupaya melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT,” pungkas Syafii.

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas dan berada langsung di Posko SAR untuk mendukung operasi pencarian, termasuk melalui modifikasi cuaca.

“BMKG terus bekerja sama dengan Basarnas, kami hadir di posko dan hari ini kita mulai melakukan modifikasi cuaca agar tim pencarian dan pertolongan bisa mengakses lokasi,” ujarnya.

BMKG juga menegaskan bahwa analisis terkait faktor cuaca sebagai penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan dan seluruh data yang dimiliki telah diserahkan kepada KNKT.

“Itu belum bisa disimpulkan sekarang, tapi kami menyampaikan input hasil-hasil yang kita pantau di sana kepada KNKT,” tegasnya. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:00
16:47
09:09
04:22
01:14
00:56

Viral