news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

KSP Muhammad Qodari.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

KSP Sebut Lewat Program Revitalisasi Sekolah Berhasil Serap 238 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) tak hanya mengubah wajah sekolah, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat.
Rabu, 25 Maret 2026 - 12:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) tak hanya mengubah wajah sekolah, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat.

Pemerintah mencatat program ini telah menyerap sedikitnya 238.131 tenaga kerja lokal di seluruh Indonesia melalui skema swakelola.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan ribuan proyek perbaikan sekolah membuka peluang kerja luas bagi masyarakat mulai dari tenaga teknis hingga pekerja pendukung.

“Secara keseluruhan tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini sebagai pekerja bangunan, mulai dari insinyur, pengawas proyek, dan tenaga pendukung lainnya,” kata Qodari di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Data Kantor Staf Presiden menunjukkan setiap proyek revitalisasi rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja lokal.

Skema swakelola yang diterapkan memungkinkan sekolah bersama orang tua murid menjadi pelaksana langsung pembangunan.

Model ini membuka ruang kerja bagi berbagai lapisan masyarakat—dari buruh bangunan, mandor, hingga penyedia logistik—yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Salah satu contoh datang dari Saiful Anam, buruh bangunan di Karawang yang sempat menganggur selama tujuh bulan. Ia kembali mendapatkan pekerjaan melalui proyek revitalisasi di SDN Karawang Kulon 3.

Kisah ini mencerminkan dampak langsung program Rapid dalam menghidupkan kembali ekonomi warga di tingkat akar rumput.

Tak hanya tenaga kerja, program ini juga menggerakkan sekitar 58.000 pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek.

Mereka terlibat sebagai penyedia bahan bangunan hingga penjual makanan dan minuman untuk para pekerja.

Perputaran ekonomi meningkat seiring kebutuhan konsumsi harian di area proyek. Dampaknya meluas hingga sektor transportasi dan jasa penyewaan alat.

“Ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan Rapid secara swakelola tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” ujar Qodari.

Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan fisik dari target 16.167 unit pada 2025. Pemerintah memastikan sisa proyek akan segera dituntaskan.

Ke depan, program ini akan diperluas secara masif. Pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 71.000 sekolah, angka yang diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi lebih besar lagi, terutama melalui konsumsi lokal. (agr/nsi) 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:43
01:19
03:01
01:27
02:53
04:11

Viral