- ANTARA
Himpunan Alumni Timur Tengah Bahas Dampak Konflik AS-Iran untuk Indonesia
“Sekarang ini banyak informasi yang bersifat provokatif. Masyarakat harus lebih kritis, cek apakah itu fakta atau tidak. Jangan sampai menimbulkan kepanikan,” ungkapnya.
Debi menilai, peran media sosial yang tidak tersaring memungkinkan munculnya berbagai narasi yang dapat memicu keresahan publik. Oleh karena itu, literasi informasi menjadi hal yang krusial.
Kemudian Debi juga mengapresiasi langkah pemerintah yang aktif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang di tengah situasi global yang tidak menentu.
Ke depan, dirinya berharap masyarakat dan mahasiswa dapat berperan lebih aktif dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah, baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun diplomasi internasional.
“Dukungan pemikiran dari masyarakat sangat dibutuhkan agar Indonesia bisa terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas global dan mendorong perdamaian di Timur Tengah,” tutupnya.(raa)