- Istimewa
Viral! Kawasan di Gandaria Utara Punya Sistem Keamanan ‘Suara Malam’ Logat Betawi, Polda Metro Jaya Beri Pujian
Jakarta, tvOnenews.com — Binmas Polda Metro Jaya, Kompol Susanto memberikan pujian ke warga di kawasan Gandaria Utara saat meninjau lokasi.
Hal tersebut lantaran adanya sistem keamanan lingkungan yang bukan hanya soal teknologi, tapi juga sentuhan budaya.
Warga RT 11 RW 7, Imam Basori melakukan inovasi membangun sistem keamanan berbasis teknologi sekaligus pendekatan humanis.
Setelah sukses dengan e-Gate 11, distribusi GPS untuk setiap kepala keluarga, hingga pemasangan panic button alarm, kini muncul terobosan baru yang unik: “suara malam” dengan logat Betawi.
“Awalnya kami kira ini hanya viral. Tapi ternyata ini sistem nyata yang berjalan efektif. Ini bisa jadi role model bagi RT lain,” kata Kompol Susanto.
Menurutnya, konsep keamanan di RT 11 sudah sejalan dengan program Jaga Jakarta Plus, di mana keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil.
Diketahui, setiap pukul 22.00 WIB, pengeras suara di sudut-sudut lingkungan mulai terdengar. Bukan sirine keras atau imbauan kaku, melainkan suara khas Betawi yang hangat dan bersahabat mengingatkan warga untuk menjaga keamanan, beristirahat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan.
“Ini bukan sekadar pengumuman, tapi pendekatan rasa. Biar warga merasa dijaga, bukan diawasi,” ujar Ketua RT, Imam Basori.
Menariknya, seluruh inovasi ini dibangun dari dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta per bulan. Dana tersebut dikelola secara transparan dan difokuskan penuh untuk kepentingan warga mulai dari infrastruktur keamanan hingga sistem kontrol lingkungan yang terintegrasi.
Tak hanya itu, sistem keamanan di RT 11 juga sudah masuk level yang jarang ditemui di lingkungan lain, seperti akses keluar-masuk menggunakan kartu e-Gate dengan nomor seri unik, CCTV terhubung langsung ke ponsel warga, panic button di titik strategis, buku mutasi tamu 24 jam hingga pengawasan ketat terhadap pendatang dan warga asing.
Atas hal itu semua, kini, RT 11 Gandaria Utara bukan sekadar viral di media sosial, melainkan telah menjelma menjadi contoh nyata bagaimana keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menciptakan lingkungan yang aman, modern, dan humanis.