- unsplash.com/Sushanta Rokka
Pastor di Papua Tengah Mengaku Diteror Oknum TNI, Begini Respons Kementerian HAM
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI merespons perihal dugaan intimidasi terhadap pastor di Timika, Papua Tengah oleh oknum TNI.
Laporan datang dari Paroki Katedral Tiga Raja, yang menyebut ada pihak tak dikenal masuk ke ruang kerja pastor hingga memicu suasana tak nyaman saat ibadah.
Direktur Pelayanan HAM, Osbin Samosir, mengaku langsung turun bersama tim dan menemui Romo Amandus Rahadat serta Romo Benny pada Jumat (2/5/2026).
Dalam pertemuan itu, pihak gereja membeberkan rangkaian kejadian yang mereka nilai sudah mengganggu ruang ibadah.
“Keheningan rumah ibadah dan proses pelaksanaan ibadah harus dijaga dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Wilayah religius adalah ruang suci umat untuk bertemu dengan Sang Pencipta,” ucap Romo Amandus.
Keluhan serupa juga disampaikan Romo Benny. Ia berharap kejadian seperti ini tidak berulang, bukan hanya di gereja, tapi di semua tempat ibadah.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang di lingkungan rumah ibadah, baik di gereja, masjid, maupun tempat ibadah lainnya, demi menjaga kekhusyukan umat,” ujarnya.
Merespons laporan itu, Kementerian HAM langsung melakukan koordinasi lintas sektor.
Tim yang dipimpin Staf Khusus Menteri HAM, Herman Dogopia dan Martinus Pigai, bersama Osbin, mendatangi Polres dan Kodim setempat untuk memastikan keamanan di sekitar Katedral Tiga Raja.
Osbin menegaskan, negara tidak boleh abai ketika ada dugaan teror terhadap pemuka agama.
“Negara melalui Kementerian HAM berkomitmen memastikan setiap rumah ibadah aman dan bebas dari gangguan, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang dan khidmat,” tegasnya.
Kementerian HAM juga mengingatkan, segala bentuk intimidasi terhadap pemuka agama adalah pelanggaran serius hak asasi manusia dan tidak bisa ditoleransi.
Negara, kata dia, wajib hadir menjamin rasa aman agar para pemuka agama bisa menjalankan tugasnya tanpa tekanan.
Seperti diketahui, Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika. Amandus Rahadat, menyampaikan keberatan atas dugaan masuknya oknum TNI ke ruang privat pastoran tanpa izin.
Dia mengungkapkan kejadian tersebut terjadi saat sejumlah aparat diduga masuk hingga ke area pribadi, termasuk ruang tidur pastor, yang seharusnva bersifat tertutup.