- instagram Dondy Eko Putro Susanto / dr.richard_lee
Perjalanan Spiritual Richard Lee dari Syahadat hingga Polemik Sertifikat Mualaf Dicabut, Ini Fakta Lengkapnya
Jakarta, tvOnenews.com – Nama dokter kecantikan Richard Lee kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan hanya soal kasus hukum yang menjeratnya, tetapi juga polemik pencabutan sertifikat mualaf oleh Mualaf Centre Indonesia (MCI) yang dipimpin Hanny Kristianto.
Isu ini langsung viral karena berkaitan dengan perjalanan spiritual Richard Lee yang sebelumnya banyak menyita perhatian publik. Kisah perpindahan keyakinannya dinilai sebagai proses panjang dan penuh dinamika, sebelum akhirnya kini dihadapkan pada persoalan administratif.
Awal Perjalanan Spiritual: Dari Rasa Penasaran hingga Syahadat
Perjalanan religi Richard Lee tidak terjadi secara instan. Ketertarikannya terhadap Islam muncul setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, bahkan berlangsung selama beberapa tahun.
Ia mengaku mulai tertarik setelah sering berdiskusi dan berinteraksi dengan tokoh agama, yang kemudian mengubah pandangannya terhadap Islam. Rasa kagum terhadap nilai kasih sayang dan keadilan menjadi pintu awal ketertarikannya.
Puncak dari perjalanan tersebut terjadi pada Rabu, 5 Ramadan 1446 H atau 6 Maret 2025, saat Richard Lee resmi mengucapkan syahadat.
Prosesi tersebut dibimbing oleh Derry Sulaiman dan turut disaksikan Felix Siauw. Momen ini sekaligus menjadi titik balik dalam perjalanan spiritualnya.
Dalam salah satu kesempatan, Richard mengungkapkan bahwa pemahamannya terhadap ujian hidup berubah drastis setelah mempelajari Surat Al-Baqarah ayat 155–157.
“Sejak aku belajar Islam dan sejak aku Islam, aku benar-benar mengubah pandanganku tentang ujian hidup,” ungkapnya kala itu.
Tantangan dari Keluarga hingga Dukungan Istri
Keputusan besar tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Richard Lee mengaku sempat menghadapi penolakan dari keluarga selama kurang lebih dua tahun.
Meski demikian, ia memilih untuk tetap tenang dan perlahan memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai pilihannya.
Di sisi lain, dukungan justru datang dari sang istri, Reni Effendi. Ia menerima keputusan Richard dengan lapang dada, meski memilih kembali ke keyakinan sebelumnya, yakni Buddha.
Keluarga mereka pun menjalani kehidupan dengan perbedaan keyakinan, di mana anak-anak tetap memeluk agama Katolik. Namun, prinsip saling menghargai tetap menjadi fondasi utama dalam rumah tangga mereka.