- ANTARA
Fakta Baru Kecelakaan KRL dan Green SM di Bekasi Timur, Sopir Selamat Lewat Jendela karena Pintu Mobil Tak Bisa Dibuka
Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui secara teknis faktor yang menyebabkan kendaraan tidak dapat bergerak saat berada di lintasan kereta.
Sopir Green SM Baru Bekerja Beberapa Hari
Dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, diketahui sopir taksi online tersebut baru bekerja beberapa hari sebelum insiden terjadi.
Budi mengatakan sopir telah melalui proses pendaftaran dan dinyatakan lulus untuk bekerja sebagai pengemudi taksi online.
Namun, menurut pengakuan sopir, dirinya hanya mendapatkan pengenalan operasional kendaraan selama satu hari sebelum mulai bekerja.
“Bahwa sopir menjelaskan, yang bersangkutan baru beberapa hari bekerja di taksi online tersebut, mendaftar, melamar, dan dinyatakan lulus. Diperkenalkan selama satu hari tentang operasional penggunaan unit mobil yang akan dibawa,” ujar Budi.
Polisi Periksa 39 Saksi dan 12 Korban Masih Dirawat
Selain mendalami penyebab kendaraan mati di rel kereta, polisi juga terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan taksi Green SM dan insiden KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Jumat (8/5/2026), tercatat masih ada 12 korban yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Update pasien per tanggal 7 Mei 2026 pukul 13.00 WIB, masih terdapat 12 orang korban yang masih menjalani rawat inap di tujuh rumah sakit,” ungkap Budi.
Sementara itu, tim penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah meminta keterangan terhadap 39 orang saksi.
Puluhan saksi tersebut terdiri dari saksi pelapor, korban, warga sekitar lokasi kejadian, pihak operasional kendaraan, operasional perkeretaapian, instansi terkait, hingga pihak perusahaan taksi online.
“Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online,” pungkas Budi. (ars/nsp)