- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound
Jakarta, tvOnenews.com - Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Akibat perilaku ketidakadilan dewan juri LCC, MPR RI pun turun tangan menyampaikan permohonan maaf.
Kendati demikian, publik masih bertanya-tanya terkait dua dewan juri LCC 4 Pilar MPR RI yakni Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi tak kunjung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka akibat polemik yang terjadi.
- ANTARA/Fath Putra Mulya
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani bahkan menyebut jika permohonan maaf telah disampaikan secara kelembagaan.
"Di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf, jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri," kata Ahmad Muzani dalam konferensi persnya, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ahmad Muzani mengaku jika pihaknyabtelah meminta klarifikasi terhadap dua dewan juri tersebut.
Tak hanya itu, pihaknya juga menetapkan pengulangan laga final LCC 4 Pilar MPR RI akibat polemik yang terjadi.
"Sudah kita panggil, sudah kita tegur (dewan juri-red). Lomba Cerdas Cermat ditingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," jelasnya.
Pengakuan Dewan Juri Anulir Jawaban Peserta SMAN 1 Pontianak
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah pun mengakui jika kedua dewan juri tersebut telah memenuhi panggilan pihaknya.
Menurutnya kedua dewan juri turut dijatuhkan sanksi oleh lembaga MPR RI terkait polemik yang muncul di publik.
"Jadi sanksi untuk juri adalah salah satunya menonaktifkan dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat di tahun 2026 ini ya. Jadi itu sudah disampaikan, itu sanksinya diberikan," kata Siti.
- Kolase tim tvOnenews
Meski demikian, Siti mengatakan kedua dewan juri menjelaskan alasannya menganulir jawaban siswa SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas.
Menurutnya pengakuan kedua dewan juri ditengarai adanya kendala teknis berupa sound atau pengeras suara dari peserta.
"Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," ungkapnya.