- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Rupiah Terguncang, Purbaya Pilih Bentengi Pasar Obligasi: Kami Enggak Masuk ke Pasar Dolar Langsung
Menurut dia, ketika harga obligasi menguat, investor bukan hanya menikmati imbal hasil kupon, tetapi juga memperoleh peluang capital gain. Kondisi itu diyakini mampu menjaga minat investor asing tetap bertahan di pasar keuangan Indonesia.
“Kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain. Selain itu mereka juga dapat capital gain, biasanya mereka berkurang (keluar). Kami akan jaga stabilized bond market, membantu bank sentral,” jelas Purbaya.
Di tengah tekanan kurs rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS, Purbaya memastikan kondisi fiskal pemerintah masih aman, termasuk untuk menopang subsidi energi.
Ia menegaskan asumsi APBN sebelumnya sudah memperhitungkan skenario harga minyak tinggi dan pelemahan rupiah.
“Waktu kami hitung kemarin, harga minyak US$120 per barel, ya rupiah dekat-dekat situ jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang,” tandas Purbaya. (agr)