- YouTube tvOneNews
Sufmi Dasco Ahmad dan Pimpinan DPR Yakin Pidato Prabowo Bisa Perkuat Rupiah di Tengah Tekanan Pasar
Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan DPR RI optimistis pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR mampu memperkuat optimisme pasar dan membantu penguatan nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.
Keyakinan tersebut disampaikan sejumlah pimpinan DPR, termasuk Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, yang menilai pidato Presiden Prabowo mengenai kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal membawa sinyal positif bagi perekonomian nasional.
Selain Saan, perhatian juga tertuju pada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sebelumnya turut aktif mengawal komunikasi politik dan stabilitas pemerintahan di tengah dinamika ekonomi nasional.
Menurut Saan, pidato Presiden Prabowo tidak hanya berisi arah kebijakan ekonomi, tetapi juga menghadirkan semangat optimisme dan patriotisme dalam membangun ekonomi nasional.
“Ya, apa yang disampaikan oleh Pak Presiden ya terkait dengan soal kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal itu, yang pertama, tentu menggambarkan semangat heroisme, patriotisme dengan mengacu pada Pasal 33,” kata Saan kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Pimpinan DPR Yakin Rupiah Bisa Menguat
Saan menilai pidato Presiden Prabowo memberikan gambaran jelas bahwa pemerintah memiliki strategi untuk memperkuat ekonomi nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Ia meyakini optimisme yang disampaikan Presiden dapat berdampak positif terhadap kepercayaan pasar, termasuk terhadap nilai tukar rupiah.
Menurutnya, indikator ekonomi yang dipaparkan Presiden menunjukkan peluang penguatan ekonomi Indonesia pada 2027.
“Saya yakin akan mengalami perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari semua indikator tadi yang disampaikan oleh Presiden,” ujarnya.
Tak hanya itu, Saan juga percaya pidato Prabowo dapat membantu memperkuat rupiah yang belakangan mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.
“Itu kan menggambarkan dari yang disampaikan oleh Presiden dengan indikator-indikator yang tadi disampaikan itu juga menandakan optimisme bahwa rupiah kita akan menguat,” jelasnya.
Fluktuasi Rupiah dan IHSG Dinilai Masih Wajar
Di tengah pelemahan rupiah dan tekanan pada pasar saham, pimpinan DPR menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar sebagai bagian dari dinamika pasar global.
Saan mengatakan fluktuasi rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak perlu disikapi secara berlebihan karena pemerintah diyakini sudah menyiapkan langkah antisipasi.
“Saya yakin ya bahwa hari ini ada fluktuasi yang terkait dengan rupiah maupun saham, itu menurut saya, hal yang biasa saja, hal yang wajar,” katanya.
Menurut dia, pemerintah telah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk mencegah tekanan lebih dalam terhadap nilai tukar rupiah dan pasar modal Indonesia.
DPR Optimistis Langkah Pemerintah Mampu Redam Tekanan Pasar
Pimpinan DPR juga menilai pemerintah sudah menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Saan menyebut langkah-langkah penguatan ekonomi diyakini dapat menahan tekanan terhadap rupiah sekaligus membantu pemulihan pasar saham domestik.
“Saya yakin pemerintah sudah mengantisipasi, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penurunan baik rupiah terhadap dolar maupun juga indeks saham gabungan,” ujarnya.
Ia optimistis kondisi pasar akan kembali membaik seiring implementasi kebijakan ekonomi pemerintah.
“Ke depan insyaallah akan bisa tertahan dan mulai pulih kembali,” lanjut Saan.
Pidato Prabowo Dinilai Jadi Sinyal Positif bagi Pasar
Pidato Presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR sebelumnya memang menjadi perhatian pelaku pasar karena memuat arah kebijakan fiskal dan proyeksi ekonomi nasional hingga 2027.
Dalam pidatonya, Presiden memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027.
Pemerintah juga memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500.
Optimisme tersebut dinilai pimpinan DPR sebagai sinyal penting untuk memperkuat kepercayaan investor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan dukungan kebijakan fiskal dan strategi ekonomi yang dinilai lebih terarah, DPR berharap kondisi rupiah dan pasar modal dapat kembali stabil dalam waktu mendatang. (nsp)