- Kolase tvOnenews.com / Instagram @republikaonline
Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza
tvOnenews.com - Publik dikejutkan dengan kabar diculiknya sembilan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh tentara Zionis Israel, pada Senin (18/5/2026).
Pasukan Zionis Israel melakukan intersepsi atau penyergapan terhadap sejumlah kapal bantuan Internasional yang merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla.
Dari sembilan relawan tersebut, dua diantaranya merupakan Jurnalis Republika bernama Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah. Hal ini menjadi perhatian utama bagi media Republika.
Alasan Jurnalis Republika ke Gaza
- Tangkapan Layar YouTube Republika Official Channel
Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Republika, Stevy Maradona mengungkapkan alasan Republika mengirimkan kedua jurnalisnya untuk misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
Pihaknya mengetahui bahwa misi kemanusiaan ini sangat beresiko. Bukan hanya Gaza, bahkan mengirimkan bantuan pada korban bencana Sumatera memiliki resiko yang tinggi.
“Republika memenuhi undangan untuk mengantar bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza. Berisiko? Pasti. Jangankan risiko mengantar bantuan ke Gaza, mengantar bantuan bencana alam kemarin di Aceh, Sumatera Utara, sama Sumatera Barat pun ada resikonya,” ungkap Stevy Maradona pada tayangan YouTube Republika Official Channel.
Menurutnya, kesempatan ini sangat disayangkan jika dilewatkan. Perjalanan ini sangat bagus untuk mengabarkan kabar masyarakat Gaza kepada rakyat Indonesia.
“Warga Gaza amat membutuhkan bantuan dan ini kesempatan bagus untuk mengabarkan kepada rakyat Indonesia yang saya rasa dekat hubungannya secara spiritual dengan teman-teman di Gaza yang saat ini masih mengalami penjajahan,” ujarnya.
“Maka menurut Republika itu do-able, itu harus dilakukan selemah-lemahnya ya itu kita bisa lakukan. Kita ikut kirim bantuan dan kita ikut meliput,” sambungnya.
Selain itu, pihaknya juga dapat memperhitungkan resikonya saat mengirimkan bantuan ke Gaza.
“Berisiko? Pasti. Tapi kan kita juga bisa berhitung, sejauh mana sih relawan yang mengirimkan bantuan itu intersepnya, resikonya oleh tentara Israel,” kata Stevy.
“Toh kita bukan pejuang, kita bukan tentara, kita nggak bawa senjata, kita bawa bantuan kemanusiaan,” lanjutnya menjelaskan.
Stevy mengatakan saat ini penjagaan Israel dalam menyortir arus bantuan yang dikirimkan ke Gaza.
Kini Gaza seakan menjadi penjara kemanusiaan terbesar di dunia, sehingga pihaknya terpanggil untuk mengirimkan bantuan kepada masyarakat Gaza.