- Antara
MPR Minta Pemerintah Manfaatkan Posisi Ketua Dewan HAM PBB untuk Tekan Israel Terkait Penahanan Relawan Indonesia di Gaza
Jakarta, tvOnenews.com - Penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh pasukan Israel saat mengemban misi kemanusiaan ke Jalur Gaza memicu reaksi keras dari parlemen.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta pemerintah segera mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi untuk menyelamatkan para relawan dan jurnalis yang ditangkap secara sepihak tersebut.
Pernyataan ini disampaikan HNW usai menerima kunjungan perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi Global Shumud Flotilla II menjadi bagian dari ratusan aktivis internasional yang dicegat dan ditahan oleh otoritas Zionis.
“Secara prinsip saya sangat menolak keras dan prihatin atas berlanjutnya kejahatan kemanusiaan Israel dan pasukan Zionisnya yang kembali menangkapi atau menculik ratusan aktivis sipil yang tidak membawa senjata, tapi bantuan kemanusiaan,” tegas Hidayat Nur Wahid dalam keterangannya.
Politisi senior ini menggarisbawahi bahwa penangkapan terhadap 332 relawan tersebut dilakukan di perairan internasional.
Hal ini menurutnya membuktikan bahwa Israel telah mengabaikan kedaulatan wilayah laut bebas dan norma-norma global.
“Tentu saja ini merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional,” ujarnya.
Guna merespons situasi darurat ini, HNW mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk bergerak lebih agresif melalui berbagai kanal multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Apalagi, saat ini Indonesia menjabat sebagai Ketua Dewan HAM PBB, sebuah posisi strategis untuk memberikan tekanan politis kepada Israel.
“Kementerian Luar Negeri penting segera melakukan aksi yang lebih nyata dan lebih efektif bersama PBB dan OKI,” kata HNW.
HNW juga menyoroti kerentanan profesi jurnalis di wilayah konflik tersebut. Mengutip data Committee to Protect Journalists, ia menyebut lebih dari 260 pekerja media gugur sejak akhir 2023.
Menurutnya, penahanan jurnalis merupakan upaya sistematis untuk menutupi kondisi sebenarnya di Gaza.
“Israel memang menarget wartawan karena mereka tidak ingin kejahatan kemanusiaan termasuk genosida yang mereka lakukan atas Gaza diketahui dunia,” ungkapnya.
Senada dengan HNW, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menaruh harapan besar agar pemerintah Indonesia dapat segera memulangkan para delegasi dengan selamat.
“Kami berharap pesan ini dapat disampaikan kepada pemerintah Indonesia agar membantu pembebasan delegasi Indonesia secepat-cepatnya,” tutur Ahmad Juwaini.
Berdasarkan konfirmasi resmi Kementerian Luar Negeri, terdapat sembilan WNI yang ditahan dalam konvoi tersebut.
Tiga di antaranya adalah jurnalis dari media nasional ternama, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai (Republika), serta Andre Prasetyo Nugroho (Tempo).
Para pekerja media ini ditangkap bersama satu orang relawan dan rekan delegasi lainnya saat berupaya menembus blokade bantuan ke Gaza. (ant/dpi)