- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Gebrakan KDM Sikapi Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Buat Sayembara Temukan Aman Yani: Saya Kasih Rp750 Juta
Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) membuat gebrakan baru. Hal itu terjadi saat menyikapi misteri kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Terkini, KDM kembali mengundang Titi, adik Aman Yani. Tujuannya untuk mengupas fakta tentang sosok Aman Yani yang disebut terdakwa Ririn Rifanto sebagai dalang kasus pembunuhan satu keluarga ini.
KDM pun mendapatkan sejumlah fakta terbaru. Dari hasil pertemuan sebelumnya, salah satu fakta yang mengejutkan yakni Aman Yani sudah menghilang secara misterius sejak 2016.
KDM pun membuat sayembara. Gubernur Jabar itu akan memberikan hadiah sebesar Rp750 juta untuk pihak yang berhasil menemukan sosok Aman Yani.
"Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani, saya kasih Rp750 juta," kata KDM dilansir tvOnenews.com dari unggahan Instagram pribadinya, Kamis (21/5/2026).
Apa Saja Syarat dari Dedi Mulyadi terkait Ketentuan Sayembara Temukan Aman Yani?
- Tangkapan layar YouTube Pengacara Toni
Dalam unggahan itu, Dedi Mulyadi menampilkan dirinya sedang bersama Titi. Adik Aman Yani turut membantu Gubernur Jabar itu dengan menunjukkan foto kakaknya.
Foto tersebut memperlihatkan wajah Aman Yani. Sosok warga Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Indramayu itu juga terlihat masih berpenampilan saat menjadi pegawai perbankan daerah.
KDM memberikan syarat mengenai pemenang sayembara ini. Caranya sangat sederhana yakni bisa membawa Aman Yani kembali ke pelukan keluarga di Indramayu.
"Silakan bawa kembali Bapak Aman Yani balik ke Indramayu," terangnya.
Lebih lanjut, KDM tidak membatasi siapa saja pihak yang bisa ikut memenangkan sayembara ini. Gubernur Jabar tersebut justru berharap masyarakat Indonesia bantu mencari keberadaan Aman Yani.
"Itu pesan saya untuk semuanya," tegasnya.
KDM membuka sayembara ini mengingat kasus pembunuhan menimpa keluarga Haji Sahroni semakin rumit. Dari hasil beberapa persidangan, ada banyak drama mengenai siapa pelaku utama kasus ini.
Mantan Bupati Purwakarta ini tidak ingin permasalahan ini berlarut-larut. Ia berharap kehadiran Aman Yani bisa menuntaskan kasus pembunuhan satu keluarga tersebut.
"Nanti, mudah-mudahan permasalahan ini harus cepat selesai," harapnya.
Ia tidak mempermasalahkan apabila Aman Yani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Menurutnya, hal ini bisa membuat pihak keluarga tenang.
"Pak Aman Yani harus ditemukan hidup atau pun sudah meninggal dunia," ucapnya.
Permintaan Dedi Mulyadi untuk Aman Yani
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyampaikan harapan besarnya kepada Aman Yani. Ia menginginkan pensiunan pegawai perbankan tersebut muncul ke ruang publik.
Ia kembali membicarakan momen saat mengundang Ahmad Khotibul, kuasa hukum Ririn Rifanto yang turut bantu mencairkan dana pensiun milik Aman Yani.
Dalam hasil pertemuan itu, kata KDM, dana pensiun milik Ahmad Yani yang sekitar Rp400 juta sudah dicairkan oleh Ririn Rifanto, terdakwa sekaligus keponakan dari mantan istrinya.
Walai begitu, KDM menemukan fakta baru dari hasil pencairan tersebut. Ia merasa heran dengan tanda tangan dalam surat kuasa diberikan Ririn Rifanto kepada Ahmad Khotibul.
"Dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak walaupun si pemberi kuasa dan yang diberi kuasa tidak bertemu. Kasus ini makanya aneh sekali," jelasnya.
Meski demikian, KDM tidak menyoroti hal itu. Ia hanya meminta Aman Yani yang sudah menghilang sejak 10 tahun lalu untuk segera kembali ke rumah.
Ia pun menawarkan penambahan dana pensiun tersebut sebesar Rp750 juta. Dengan adanya penawaran tersebut, Aman Yani diharapkan bisa pulang ke rumahnya di Indramayu.
"Sekarang begini, bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambah menjadi Rp750 juta deh. Itu saya kasih buat bapak tapi bapak balik ke rumah di Indramayu buat temui istri, anak-anak, dan keluarga walaupun istrinya sudah menjadi mantan," katanya.
Diketahui, kasus pembunuhan ini terungkap berawal dari kecurigaan teman terdekat Euis (40), istri Budi Awaludin (45). Pasalnya, korban tidak bisa dihubungi sejak seminggu sebelum kejadian.
Hal ini menimbulkan kecurigaan teman terdekatnya. Warga sekitar pun coba menggeledah kediamannya yang terletak di Kelurahan Paoman, Indramayu.
Dari hasil tersebut, warga menemukan satu keluarga Haji Sahroni tewas terkubur dalam satu gundukan di area halaman rumahnya pada awal September 2025.
Tak lama kemudian, polisi meringkus Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan yang kini menjadi terdakwa kasus pembunuhan sadis tersebut.
Nama Aman Yani menjadi sorotan setelah diseret oleh Ririn Rifanto seusai persidangan yang digelar di PN Indramayu pada akhir April 2026. Hal ini yang mendorong Dedi Mulyadi mencari keberadaan Aman Yani guna memudahkan pihak berwenang menyelesaikan kasus ini.
(hap)