- Instagram/@w.o.d.d
Terseret Skandal Riset Palsu, UNY Beberkan Ada Data Alumninya yang Janggal: Kami Belum Punya Departemen itu
tvOnenews.com - Publik masih terus menyoroti dugaan skandal riset palsu yang melibatkan peserta asal Indonesia, Prihantini.
Kasus yang bermula dari presentasinya di konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Disease (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark ini memicu polemik panjang.
Sorotan publik mengarah pada dugaan manipulasi data hingga penggunaan identitas berbeda dalam presentasi ilmiah Internasional tersebut.
Polemik ini semakin berkembang setelah adanya nama lain yang muncul diduga memanipulasi riset, salah satunya yaitu Rifaldi Fajar.
Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut terseret lantaran Prihantini merupakan alumni dari kedua kampus tersebut. Sementara Rifaldi Fajar adalah alumni dari program sarjana UNY.
Berkaitan dengan perkara ini, Universitas Negeri Yogyakarta akhirnya angkat bicara terkait dua nama alumninya yang terseret dalam kasus pemalsuan riset pada konferensi Internasional.
Dua nama yang dibicarakan di media sosial yaitu Rifaldi Fajar dan Prihantini.
- Tim tvOne - Andri Prasetyo
Meski pihak UNY mengaku dua nama tersebut ada dalam database alumni, namun terdapat perbedaan data latar belakang mereka.
“Dari nama-nama itu di database kami ada nama yang sama. Hanya saja yang kami sedang dalami itu apakah nama-nama itu memang benar alumni kami atau tidak,” ungkap Wakil Rektor UNY, Nur Hidayanto dalam program Kabar Petang, tvOne, Sabtu (30/5/2026).
“Masalahnya begini, salah satu nama misalnya mas Rifaldi. Di database kami itu lulusan S1 Matematika. Tapi di karya-karya yang disampaikan di sosial media yang katanya masuk Scopus dan lain-lain itu ternyata disitu tertulis sebagai departemen transplantasi hati UNY. Kami di UNY belum punya departemen itu,” sambungnya menjelaskan.
Pihaknya masih akan terus menelusuri terkait kasus ini yang telah menyeret nama kampus.
Pernyataan Resmi ITB
Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengeluarkan pernyataan keras setelah pihaknya terseret dalam dugaan manipulasi riset oleh Prihantini.
Melalui keterangan resminya, ITB menegaskan bahwa Prihantini memang merupakan alumni Program magister Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 yang telah lulus pada 2022.
Tetapi kampus memastikan materi yang dipresentasikan dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas akademik selama menempuh pendidikan di ITB.
“Selama Prihantini merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022,” tulis ITB pada pernyataan resminya.
ITB membeberkan judul tesis Prihantini saat menempuh studi magister yaitu ‘Kajian Analitik Glombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring’.
Topik tersebut sama sekali berbeda dengan penelitian yang dipresentasikan dalam ISPPD 2026 yang banyak membahas pneumonia, kecerdasan buatan, transcriptomic, hingga machine learning di bidang kesehatan.
Sehingga pihak ITB menyebutkan aksi Prihantini pada konferensi Internasional tersebut merupakan tindakan hukum sebagai individu.
“Tindakan Saudari Prihantini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” tegas pihak kampus.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pihak kampus tidak memiliki keterkaitan dengan materi penelitian yang kini menuai kontroversi di konferensi Internasional tersebut.
(kmr)