news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mensesneg Prasetyo Hadi..
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Lagi, Istana Sebut Kebutuhan Dana Bisa Turun dari Rp268 Triliun

Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi kembali berkurang
Kamis, 11 Juni 2026 - 15:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi kembali berkurang dari pagu Rp268 triliun yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Penghematan itu diperkirakan muncul setelah pemerintah menyelesaikan penataan ulang menyeluruh terhadap tata kelola program yang saat ini tengah dilakukan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah tidak sedang membahas pemangkasan anggaran secara langsung. Namun, hasil evaluasi sementara menunjukkan kebutuhan riil program kemungkinan lebih rendah dibandingkan proyeksi yang digunakan sebelumnya.

“Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini,” kata Prasetyo Hadi di Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah saat ini masih melakukan penghitungan ulang bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperoleh kebutuhan anggaran yang lebih akurat setelah proses penataan program selesai dilakukan.

“Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN,” ujarnya.

“Jadi dari proses penataan nanti akan akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah evaluasi tersebut juga mencakup insentif operasional yang diterima dapur MBG, Prasetyo memastikan seluruh komponen biaya akan masuk dalam proses perhitungan ulang.

“Semua, semua, semua,” katanya.

Langkah evaluasi itu dilakukan setelah pemerintah sebelumnya memangkas pagu anggaran MBG menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal Rp335 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan efisien.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah masih membuka ruang untuk penghematan lanjutan dalam program yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo tersebut.

Di tengah proses evaluasi, pemerintah menargetkan penataan ulang tata kelola MBG dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.

“Kita target awal satu bulan ini harus harus sudah selesai. Tapi tentunya kan semua ada dinamikanya ya,” ujar Prasetyo.

Meski demikian, pemerintah menegaskan proses pembenahan tidak boleh mengganggu layanan yang telah berjalan. Program yang sudah beroperasi tetap harus melayani penerima manfaat sambil menjalani perbaikan tata kelola secara bertahap.

“Makanya yang pertama tentu tadi kita tekankan adalah yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan,” katanya.

Prasetyo menambahkan, evaluasi juga dilakukan terhadap unit-unit yang selama ini dinilai telah berjalan baik. Menurut dia, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan kualitas layanan tidak mengalami penurunan.

“Dan di situ pun juga catatan-catatan perbaikan itu terus tetap harus dilakukan. Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga. Kita tidak ingin ada penurunan,” ujarnya. (agr/cmi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
05:01
09:20
06:52
03:24
01:04

Viral