- Instagram Jokowi
Jokowi Berkomentar Menohok soal Penangkapan Dokter Tifa & Roy Suryo, Refly Harun Singgung Ultah Ayah Wapres Gibran
Jakarta, tvOnenews.com - Tak hanya elite politik saja yang berkomentar terkait penangkapan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Jokowi. Namun, ayah Wapres Gibran itu juga ikut berkomentar soal hal tersebut.
Namun sebelumnya, Kuasa hukum Roy Suryo cs, Refly Harun angkat bicara usai Roy Suryo dan Dokter Tifa ditangkap Polda Metro Jaya. Bahkan ini singgung ulang tahun Jokowi ke-65 pada Minggu (21/6/2026) besok.
Kata dia, tidak menutup kemungkinan penangkapan Roy dan Dokter Tifa merupakan hadiah bagi ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebab, jika keduanya ditangkap pada Senin (22/6/2026) mendatang, maka hari ulang tahun Jokowi akan terlewat.
"Ya bisa jadi (penangkapan Roy dan Dokter Tifa hadiah ulang tahun Jokowi) karena ini (Jumat) kan 19 Juni ya."
"Tanggal 21 Juni (hari ulang tahun Jokowi) kan hari Minggu, kalau hari Senin kan udah lewat (ulang tahunnya)," ucap Refly sembari bercanda.
Akan tetapi, Refly enggan menebak secara pasti apakah penangkapan Roy dan Dokter Tifa berkaitan dengan ulang tahun Jokowi.
Refly Harun hanya mengatakan, sebagai warga negara, dirinya berhak untuk menganalisa hal tersebut.
"Saya tidak bisa mengartikan itu, tapi saya bisa menganalisis. Masa menganalisis tidak boleh."
"Apakah ada kaitannya atau tidak (penangkapan Roy dan Dokter Tifa dengan ulang tahun Jokowi)? Ya kita tidak tahu," jelasnya.
Lebih lanjut, Refly menilai penangkapan Roy dan Dokter Tifa tidak seharusnya terjadi.
Terlebih, Roy dan Dokter Tifa digiring ke RS Polri secara terang-terangan.
Padahal, menurut Refly, kasus Roy dan Dokter Tifa hanya merupakan perbedaan pendapat. Namun, kata dia, keduanya justru dikriminalisasi.
"Ini kan bukan sebuah kejahatan yang pantas untuk dipertontonkan tersangkanya. Ini kan sebuah perbedaan pendapat yang berujung pelaporan oleh orang nomor satu di republik ini."
"Yang sebenarnya tidak layak, seorang bapak bangsa mengadukan warga negara dan kemudian memaksa 'menggunakan' aparat untuk mengkriminalkan warga negara tersebut," bebernya.
Bahkan ia menilai kriminalisasi tak hanya terjadi pada Roy dan Dokter Tifa, namun sudah kerap dialami banyak pihak di tanah air.