- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Viral Pasien Diduga Dilecehkan Oknum Nakes di ICU RSUD Martapura, Sempat Rekam hingga Pintu Ruangan Terkunci
OKU Timur, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan seorang pasien perempuan berinisial KU (26) diduga mengalami pelecehan seksual viral. Peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Video itu diunggah di Instagram korban @khoiroh_ummah1. KU menceritakan dugaan tindakan asusila dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) saat tidak berdaya dan dirawat di ruang ICU RSUD Martapura.
Korban yang dalam kondisi terbaring lemas dan menggunakan masker oksigen mengaku sebagai korban pelecehan seksual setelah dikasih obat bius.
Suami korban, Tri Susilo (28) menceritakan peristiwa tersebut. Hal ini bermula saat KU dipindahkan dari ruang IGD untuk ditangani di ruang ICU RSUD Martapura pada Sabtu (11/7/2026), sekitar pukul 15.34 WIB.
"Posisi istri saya itu sekitar siang dia mengalami kejang-kejang. Setelah kejang, barulah dia dikasih obat penenang," ujar Tri saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (15/7/2026).
Alasan Dirawat di ICU RSUD Martapura
Tri mengungkapkan penyebab kejang-kejang tersebut dampak dari riwayat penyakit istrinya. KU mengalami penyakit jantung diderita selama tiga tahun sehingga terjadinya epilepsi.
Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat. Dampaknya bisa menyebabkan penderitanya mengalami kejang berulang tanpa menunjukkan penyebab demam.
"Awal mulanya sakit jantung karena ada riwayat penyakit jantung. Itu kurang lebih tiga tahun dan terakhir mengalami kejang," terangnya.
Kejadian epilepsi membuat dokter yang menangani pasien, dr Hasiolan dan tim medis memberikan obat bius. Pasien juga dikasih obat penenang.
"Kita keluarga masih di situ saat posisi kejang. Ada kakak ipar sama keluarga lain juga menyaksikan. Setelah itu kita tinggal ke luar karena ruangan ICU tidak boleh sembarangan masuk," terangnya.
Momen Korban Dilecehkan
Posisi keluarga masih menunggu selama beberapa jam. Pada sore hari sekitar pukul 15.34 WIB, peristiwa tidak senonoh terjadi dialami oleh KU.
KU sempat merekam dugaan pelecehan seksual oleh seorang petugas berinisial SL. Ia membuat video sekitar berdurasi 4 menit secara diam-diam sebagai barang bukti kuat.
Posisi korban hanya sendirian. Selain KU, pihak yang berada dalam ICU diduga seorang perawat bertugas berinisial SL dan satu lansia dirawat sedang tidur.
"Istri saya sendiri tapi ada pasien seorang ibu tua tapi tidur. Kemudian, ada SL sama teman satu shiftnya inisial P tapi dia menyebut lagi keluar makan dan shalat. Otomatis istri sendirian dan momen itu kejadiannya," bebernya.
KU langsung trauma berat hingga mengalami ketakutan hebat. Korban memutuskan untuk video call suami secara diam-diam tanpa bersuara pasca kejadian.
"Istri video call saya setelah kejadian hal yang tidak senonoh di sekitar jam segitu. Untungnya istri saya sempat merekam dan dia sedang sadar, bukan karena efek obat bius," jelasnya.
Sang suami pun cemas. Tri langsung menuju ruang ICU karena melihat kondisi istrinya yang semakin memprihatinkan.
"Setelah istri video call, saya cemas karena pasien itu mau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Muhammad Husein," lanjutnya.
Pintu Ruangan ICU Terkunci
Tri berusaha masuk ke ruangan ICU. Ia sempat mengalami kendala karena pintu di tempat istri dirawat terkunci.
Ia berusaha mengetuk pintu beberapa kali namun sama sekali tak ada jawaban. Ia pun menambahkan suara ketukan sehingga SL membukakan pintu.
"Istri saya kok menangis terus ada apa. Saya tanya lagi kenapa menangis histeris mulu. Kata istri, 'saya dilecehkan, saya dipegang ininya'," tuturnya.
Ia terkejut mendengar pengakuan sang istri. Tri coba memastikan kebenarannya hingga bertanya kepada SL yang diduga telah melecehkan KU.
"Saya bertanya, 'kenapa, ada apa Pak? Bapak melecehkan istri saya?'. Reaksi dia cuma diam dengan wajah pucat," tambahnya.
Suara Laki-laki Terekam Video
Tri mengatakan, sang istri langsung memberikan bukti video tersebut. Ia terkejut di dalam rekaman terdengar suara seorang laki-laki.
"Istri saya sempat merekam dan ada suara laki-laki. Saya tanya ke teman satu shiftnya yang perempuan, 'Bu, kenal enggak sama suara ini?'. Kata dia, 'kenal ini teman saya' ya itu si SL tadi," paparnya.
Dugaan tindakan pelecehan seksual ini mendorong suami korban melaporkan peristiwa tidak senonoh tersebut ke Polres OKU Timur pada malam hari.
Kasatreskrim Polres OKU Timur, Iptu Rendi Ramadhona membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan 4-5 penyidik untuk melakukan penyelidikan.
"Masih kami dalami. Untuk laporan sudah kami terima," kata Rendi, Selasa (14/7/2026).
Tim penyidik masih melakukan pengumpulan keterangan dari korban, para saksi hingga alat bukti seperti video dan sebagainya. Tujuannya untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara terjadi di ruang ICU RSUD Martapura.
Reaksi RSUD Martapura
Manajemen RSUD Martapura merespons laporan tersebut. Pihak rumah sakit membantah tuduhan pelecehan seksual terhadap pasien inisial KU.
Humas RSUD Martapura, Immala Dewi menegaskan, informasi yang merebak masih bersifat dugaan. Polisi masih klarifikasi lantaran dokter yang menangani pasien menjelaskan korban mengaku adanya dasar dugaan tersebut pasca kondisi membaik dan sadar.
Immala menilai tuduhan yang beredar tidak sesuai dengan fakta. Pihak RSUD Martapura tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Polisi sudah datang melakukan klarifikasi. Kini masih dilakukan validasi terhadap seluruh informasi yang ada," tukasnya.
(hap)