- Antara
Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Tak Punya Pekerjaan Tetap, Ketua RT: Kadang Ikut Orang Tua Bantu Servis dan Cuci AC
Jakarta, tvOnenews.com - Peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 disebut-sebut tidak punya pekerjaan tetap.
Adapun kasus terkait MY ini santer diberitakan usai dia mengirimkan pesan WhatsApp berisikan teror ke guru dan staf TU SDN Srengseng Sawah 15 pada Senin (13/7/2026) pagi yang bertepatan dengan hari pertama MPLS.
Adapun isi pesan tersebut, ancaman bom akan meledak ke 11 titik sekolah. Dalam pesannya, MY juga meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.
Meski demikian, pihak sekolah tetap melaporkannya hingga polisi datang untuk melakukan penyisiran. Di sisi lain, kegiatan MPLS dibubarkan.
Usai melakukan penyisiran, polisi menyatakan kondisi sekolah aman. Di samping itu, identitas peneror berhasil dikantongi hingga MY akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan pada siang harinya.
Atas perbuatannya MY dikenakan Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, MY melakukan aksinya karena iseng. Meski begitu, hal tersebut masih didalami lebih lanjut.
Ketua RT 03/RW 04, Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Anton Sianipar buka suara soal sosok MY.
Anton menyebut MY tidak punya pekerjaan tetap sehingga tidak memiliki penghasilan untuk diberikan ke keluarga.
"Pelaku ini tidak punya pekerjaan tetap. Cuma terkadang ikut orang tuanya sebagai jasa servis AC. Kadang-kadang ikut orang tuanya untuk ikut bantu-bantu servis AC, cuci AC," katanya, Rabu (15/7/2026).
Anton mengatakan MY juga diketahui terjerat utang pinjaman online (pinjol), koperasi hingga bank keliling.
"Ada laporan ke JAKI terkait maraknya pinjol di lingkungan RT saya. Dari pihak kelurahan menegur saya untuk memberantas itu. Sebenarnya setelah kejadian ini kita telusuri ternyata yang melakukan laporan JAKI terkait pinjol dia sendiri. Karena dia banyak terjerat pinjol,” terangnya.
Tidak ada yang tahu pasti berapa besaran pinjaman MY. Akan tetapi, pelaku kerap didatangi penagih utang.
Menurut Anton, kondisi tersebut membuat warga sekitar merasa resah karena banyak penagih utang yang mendatangi lingkungan sekitar rumah.
"Saya sebagai RT mengawasi setiap keseharian warga saya. Yang saya tahu ya dia ada masalah dari sisi keuangan,” pungkasnya. (ant/nsi)