- Antara
Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah secara tegas menyatakan bahwa musuh utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukanlah pihak-pihak tertentu seperti pengusaha, kelompok masyarakat, maupun negara tetangga.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, mengungkapkan bahwa "serakahnomics" atau keserakahan korporasi lah yang menjadi lawan nyata bangsa ini.
"Perlu kami tegaskan bahwasanya lawan kita bukan pengusaha, lawan kita bukan orang-orang kaya, lawan kita bukan Singapura, lawan kita bukan Malaysia. Lawan kita bukan kelompok A, kelompok B. Lawan kita bukan siapapun. Presiden Prabowo sudah menegaskan lawan kita siapa? Serakahnomics. Lawan kita adalah serakahnomics," tegas Hariqo dalam dialog nasional refleksi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (22/10).
Hariqo menjelaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada praktik serakah dari sejumlah perusahaan yang diduga dengan sengaja membakar hutan demi keuntungan pribadi.
Ia juga memastikan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dengan Malaysia dan Singapura tetap harmonis, meski kedua negara tersebut turut terdampak oleh kabut asap.
Langkah Tegas Penegakan Hukum
Pemerintah pun tak tinggal diam. Saat ini, penegakan hukum terus digenjot terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Sebanyak 230 individu dan sembilan korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka.
Tak berhenti di situ, Bareskrim Polri juga tengah melakukan penyidikan mendalam terhadap 98 korporasi lainnya yang diduga terlibat.
"Kami optimistis dengan seluruh sumber daya yang kami miliki. Kita mampu untuk memadamkan api di Kalimantan dan Sumatera," ujarnya.
Pengerahan Personel dan Mitigasi Kesehatan
Di lapangan, upaya pemadaman masif tengah dilakukan. Pemerintah telah mengerahkan 69 ribu personel gabungan yang dilengkapi dengan armada pesawat, helikopter water bombing, serta teknologi modifikasi cuaca untuk mempercepat pemadaman api di sejumlah provinsi.
Selain fokus pada pemadaman, pemerintah juga memprioritaskan kesehatan warga di wilayah terdampak.
Rumah sakit dan puskesmas telah disiagakan penuh untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu oleh paparan asap karhutla. (ant/dpi)