news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah PENSA 2026.
Sumber :
  • ist

AI Berpotensi Ubah Cara Dokter Menangani Nutrisi Pasien

Para pakar kesehatan Asia membahas potensi AI dalam menentukan nutrisi pasien di Bali. Aspek keamanan, etika, dan ketepatan terapi juga menjadi sorotan utama.
Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia kembali menjadi tuan rumah Kongres Parental and Enteral Nutrition Society of Asia (PENSA) 2026 yang mempertemukan para tenaga kesehatan dari berbagai negara. Pertemuan ilmiah tersebut berlangsung pada 21-24 Oktober 2026 di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali.

Kongres PENSA ke-26 tahun ini mengangkat tema 'Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Manajemen Nutrisi' yang menyoroti penggunaan teknologi dalam pelayanan kesehatan. Salah satu pembahasannya berkaitan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan penilaian kondisi pasien dan menentukan kebutuhan nutrisi.

President of the 26 PENSA Congress 2026, dr. Hartono, FP., M.M., Ph.D., DCN, mengatakan Indonesia sudah empat kali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. PENSA sendiri merupakan organisasi regional yang memiliki 16 anggota.

Menurut Hartono, kongres ini diikuti dokter, ahli gizi, peneliti, apoteker, perawat, serta tenaga profesional yang berkecimpung dalam bidang nutrisi klinis dan metabolisme. Para peserta berasal dari berbagai tingkatan pelayanan kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan primer hingga rumah sakit dengan layanan perawatan intensif.

"Mulai dari garda terdepan perawatan primer hingga tingkat perawatan tertinggi, yaitu rumah sakit seperti hemodialisis dan unit perawatan intensif," kata dia.

Hartono menyebut perkembangan teknologi AI menjadi salah satu alasan pembahasan mengenai pelayanan nutrisi perlu terus diperbarui. Kongres tersebut juga menghadirkan forum ilmiah dan kompetisi poster yang disertai pemberian penghargaan kepada peserta.

Sementara itu, Chairperson of the 26 PENSA Congress 2026, Dr. Dr. dr. dr. Jonny, SpPD-KGH, M.Kes., M.M., DCN, DABRM, FISN, menilai perkembangan AI berpotensi mengubah pendekatan tenaga medis dalam menangani kebutuhan nutrisi pasien. Namun, penggunaan teknologi tersebut juga harus memperhatikan sejumlah aspek, terutama keamanan, etika, dan keadilan dalam pelayanan kesehatan.

"Kecerdasan buatan menawarkan cara-cara baru untuk meningkatkan penilaian pasien, mempersonalisasi terapi nutrisi, dan mengoptimalkan hasil sekaligus menantang kita untuk memastikan integrasi yang etis, adil, dan aman ke dalam praktik perawatan kesehatan," jelasnya.

Jonny menjelaskan penerapan teknologi dalam bidang nutrisi klinis menjadi salah satu perhatian para tenaga kesehatan di kawasan Asia. Melalui pertemuan ini, peserta membahas berbagai perkembangan penelitian sekaligus berbagi pengalaman mengenai praktik pelayanan nutrisi di fasilitas kesehatan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral