- Istimewa
Feri Amsari, Berhenti Fitnah Kerja 115 Juta Petani Indonesia!
Perlu juga diluruskan, Feri Amsari bukan profesor. Media tidak seharusnya salah mengutip atau membangun citra akademik yang tidak sesuai.
Jangan sampai publik disesatkan oleh label gelar akademik karena bukan jaminan pasti memahami semua diluar bidangnya.
Pertanian adalah sektor yang kompleks yang menuntut pemahaman lapangan, produksi hingga distribusi.
Jika ingin berbicara pertanian, maka belajarlah terlebih dahulu. Bila perlu kursus kalau sudah berat biaya dan terlalu tua.
Jangan hanya bermodal S2 luar negeri lalu merasa bisa menilai sektor yang begitu luas. Jangan sampai kurang literasi, tetapi sudah berani menuduh bohong di ruang publik.
Jika memang belum memahami, sebaiknya kembali belajar, masuk ke dunia pertanian, memahami sawah, memahami petani agar tidak terus menerus keliru dalam berbicara. Kengeyelan Anda simbol terbatasnya pengetahuan.
Pada akhirnya, kesimpulan dari semua ini menjadi sangat jelas buat kita. Sikap Feri Amsari yang menolak bahkan menuduh swasembada pangan bohong adalah sikap yang melukai 115 juta petani Indonesia, patut diduga motif antek asing pro impor, berpihak pada petani asing dan pengkhianatan terhadap kepentingan bangsa.
Opini Anda berpihak pada petani Thailand, Vietnam, Kamboja, dan negara lain dan ini adalah posisi yang merugikan bangsa sendiri.
Maka tidak ada pilihan lain. Ayo petani bergerak! Satukan langkah melawan kepentingan asing.
Lawan siapa pun yang melemahkan kedaulatan pangan dengan tangan-tangan bangsa kita sendiri termasuk Feri Amsari!
Arogansi seolah paham dan menantang debat di ruang publik justru tidak akan memberi simpati dari para petani lokal.
Tidak menutup kemungkinan nanti penggiat pertanian berpotensi melaporkan ke kepolisian karena pernyataan Anda bukti terjadinya pembohongan publik. Tunggu saja.