- KNVB
Pemain Timnas Indonesia Dirugikan, Begini Reaksi Tak Terduga KNVB usai NAC Breda Dinyatakan Kalah di Persidangan
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah memberikan reaksi atas putusan pengadilan terhadap gugatan NAC Breda. Kekisruhan di Liga Belanda terkait skandal paspor kini bisa dinyatakan berakhir.
KNVB dibuat tidak tenang selama lebih dari sebulan terakhir seiring dengan laporan dari NAC Breda. Mereka menuntut Go Ahead Eagles setelah dikalahkan dengan skor telak 0-6.
Kehadiran pemain Timnas Indonesia, Dean James, dalam laga itu menjadi masalah. Di atas kertas, James adalah pemain yang ilegal karena bukan lagi warga negara Belanda.
Dia memerlukan izin kerja untuk bermain, yang mana tidak dimiliki olehnya. Namun, permasalahan ini bukan hanya berkaitan dengan dirinya saja.
- REUTERS/Angelika Warmuth
Sebanyak lebih dari 20 pemain terdampak. Selain James, ada Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens yang dilarang bermain bersama klubnya masing-masing.
Namun, KNVB telah mengambil putusan pada April lalu untuk tidak menghukum James atau GAE. Tuntutan NAC dimentahkan namun mereka tidak menerimanya, melainkan mengajukan tuntutan kepada pengadilan.
NAC berupaya untuk menuntut laga diulang. Namun, KNVB tidak menginginkannya karena jika dipenuhi, akan ada 133 laga yang terdampak.
Itu akan menyebabkan kekisruhan di Liga Belanda yang hendak berakhir dalam beberapa pekan lagi. Pada akhirnya, pengadilan memutuskan untuk tidak memenangkan tuntutan NAC.
Pada Senin (4/5/2026) kemarin, putusan atas sidang gugatan akhirnya ditentukan. Dengan kekalahan NAC, maka skandal paspor di Liga Belanda bisa dinyatakan usai.
KNVB menyampaikan reaksi atas putusan tersebut. Namun, mereka tidak sepenuhnya menyalahkan NAC dan malah berterima kasih karena sudah menekankan adanya masalah di aspek ini.
"Tentu saja, bukanlah hal yang menyenangkan untuk menghadapi salah satu klub kami di pengadilan," demikian pernyataan KNVB, dilansir dari media Belanda, Voetbal Nieuws.
"Hakim telah memutuskan bahwa dewan kompetisi bertindak dengan hati-hati dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sekarang kami semua, termasuk NAC Breda, fokus pada sisa kompetisi," tambahnya.
KNVB mengucapkan rasa terima kasihnya karena hal ini bisa menjadi pelajaran penting bagi mereka. Ke depannya, KNVB akan berupaya untuk menerapkan peraturan dengan lebih baik.
“NAC Breda mengangkat isu penting, yang untungnya berhasil kami selesaikan dengan cepat dan penuh usaha. Hal itu penting untuk saat ini dan untuk masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, degradasi sudah di depan mata untuk NAC, yang kini berada di peringkat ke-17 dengan 25 poin. NAC tertinggal enam poin dari Telstar yang berada di zona aman.
Jika NAC gagal menang pada laga berikutnya melawan Heerenveen, maka mereka akan dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Di sisi lain, sekalipun menang, NAC akan terdegradasi jika Telstar berhasil meraih satu poin saja di pertandingan lain kontra Heracles, yang sudah dipastikan terdegradasi. (rda)