- Gambar ilustrasi AI
Eksplorasi Material Baja dan Life Cycle Thinking Jadi Tren Arsitektur 2026, Indonesia Mulai Tinggalkan Desain Lama
Di Eropa, konsep ini bahkan sudah menjadi bagian penting regulasi pembangunan hijau. Uni Eropa mendorong penggunaan material rendah emisi dan efisiensi energi sebagai bagian dari target net zero emission 2050.
Indonesia sendiri mulai bergerak menuju arah serupa. Melalui berbagai forum arsitektur dan penghargaan desain seperti ISAA 2026, isu keberlanjutan kini semakin banyak dibahas oleh kalangan profesional.
Ajang ini menghadirkan empat kategori utama, mulai dari bangunan residensial, komersial, industrial, hingga bangunan publik dan infrastruktur. Selain itu, terdapat kategori khusus untuk bangunan yang mampu mempertahankan kualitas visual dan daya tahan dalam jangka panjang.
Pemenang terbaik dari Indonesia nantinya akan melaju ke tingkat ASEAN dalam ASEAN Steel Architectural Awards 2026 yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia arsitektur Indonesia mulai bergerak menuju pembangunan kota yang tidak hanya modern secara visual, tetapi juga lebih tangguh, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Dalam konteks urbanisasi yang terus meningkat, eksplorasi material baja dan pendekatan Life Cycle Thinking diprediksi akan menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan perkotaan Indonesia. (udn)