news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Talud jembatan di Perumahan Metaraman Jaya, Desa Metaraman, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Jawa Tengah, ambrol diterjang banjir bandang..
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Talud Sungai Ambrol Diterjang Banjir Bandang, Akses Perumahan di Pati Terancam Putus

Akses satu-satunya menuju Perumahan Metaraman Jaya di Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terancam putus setelah talud penahan jembatan ambrol diterjang banjir bandang.
Kamis, 19 Februari 2026 - 21:40 WIB
Reporter:
Editor :

Pati, tvOnenews.com – Akses satu-satunya menuju Perumahan Metaraman Jaya di Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terancam putus setelah talud penahan jembatan ambrol diterjang banjir bandang.

Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah Pati diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Arus sungai yang meluap menggerus bagian bawah talud hingga akhirnya runtuh.

Salah seorang warga, Hardi, mengatakan kerusakan awal terjadi pada bagian bawah talud yang terus tergerus arus air. Intensitas hujan yang tinggi memperparah kondisi hingga struktur penahan tanah menggantung dan akhirnya ambrol.

“Awalnya talud ini kondisinya baik baik saja, dasarnya juga rata. Terus pada saat ada hujan deras dari atas terjadi longsor dulu di bawah. Akhirnya talud ini kan menggantung, nah jarak satu minggu kemudian ada banjir dari atas meluap talud itu akhirnya putus,” kata Hardi, Kamis (19/2/2026). 

Talud sepanjang kurang lebih 30 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter itu kini menyisakan puing-puing material di sekitar bantaran sungai. Kondisi tersebut membuat badan jalan menuju perumahan mengalami pengikisan dan rawan longsor susulan.

Warga setempat khawatir jika tidak segera dilakukan perbaikan, struktur jembatan akan ikut terdampak dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu, terutama jika hujan deras kembali turun.

“Kalau ini dibiarkan lama lama jembatan ini pasti turun (ambrol). Kalau jembatan putus, akses warga di perumahan terganggu karena ini satu satunya akses warga yang biasa dilewati kendaraan,” ujar dia.

Narwi, Ketua RT setempat mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah desa dan dinas terkait. Namun, pihaknya mendapat informasi bahwa perbaikan menunggu musim kemarau.

“Kita sudah melapor ke Disperkim. Tanggapannya katanya nanti setelah (musim) hujan akan diperbaiki,” kata Narwi.

Menurut Narwi, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk Perumahan Metaraman Jaya. Jika sampai terputus, sebanyak 78 kepala keluarga terancam terisolasi dan aktivitas warga akan lumpuh.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat guna mencegah kerusakan lebih parah dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

“Harapan kami ya segera diperbaiki, jangan menunggu nunggu nanti malah semakin parah. Kalau ambrol terputus malah bahaya,” pungkas dia. (arm/buz)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral