- tim tvOne - Miftakhul Erfan
Geram Klaim Malaysia, 50 Grup Reog Ponorogo di Madiun Demo
Madiun, Jawa Timur - Ribuan warga Kabupaten Madiun, bersama 50 group Reog Ponorogo yang ada di Madiun Minggu (10/4/2022) malam, tepatnya pukul 21.00 WIB menggelar aksi Demo di alon-alon Caruban.
Mereka geram dan kecewa, lantaran adanya klaim dari negara tetangga Malaysia yang berencana mengajukan kesenian reog sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.
Aksi demo puluhan pelaku seni Reog Ponorogo yang ada di Madiun ini digelar dalam bentuk atraksi seni pertunjukan tari reog secara masal dan di tonton ribuan warga setempat.
Ahmad Muzamil (36) kordinator aksi demo reog se-kabupaten Madiun ini mengaku kecewa, karena sudah kali ke 3 ini Reog Ponorogo kembali akan di klaim oleh Malaysia.
“Yang jelas kita semua paguyuban reog yang ada di Madiun merasa kecewa, karena sejak tahun 2018 kita menyodorkan kepada pemerintah, tapi juga tetep gagal, nah hari ini mau diklaim lagi kita demo dan minta dikembalikan,” Ujar Ahmad.
Menurutnya, bagaimanapun juga reog itu milik Indonesia dan pelaku seni reog di Madiun juga menggantungkan hidup dari hasil kesenian Reog Ponorogo.
“Karena mau tidak mau reog itu adalah milik Indonesia, kita sebagai seniman reog di Madiun, kalau Reog mau diambil Malaysia kita ini nanti mau makan apa?” ujar nya.
Senada dengan Ahmad, Anang Dwi Sujatno seorang tokoh masyarakat di wilayah Caruban mengatakan, Dengan klaimnya Malaysia bahwa reog adalah warisan budaya mereka, maka kita langsung bergerak dan mendukung aksi demo inj.
“Kita prihatin ya, karena reog adalah kesenian asli dari negara kita khususnya Ponorogo, kalau ini nanti betul-betul kalah cepat dengan pemerintah Malaysia untuk mendaftar di UNESCO maka habislah kita, sebagai jati diri kita dalam rangka nguri-nguri Budoyo.”Kata Anang
Para seniman reog di Madiun ini juga merasa kecewa kepada pemerintah atas lambanya mendaftarkan kesenian reog ponorogo ke UNESCO, sehingga kini Malaysia kembali berulah dengan mengklaim reog sebagai kesenian mereka.
Sehingga ribuan warga Madiun dan para seniman reog di Madiun ini mengungkapkan keprihatinan mereka dengan menggelar aksi pentas reog masal di alon-alon caruban.