- tvOne - wawan sugiarto
987 Huntap Relokasi Semeru di Lumajang Tak Ditempati, Pemkab Siapkan Penertiban
Lumajang, tvOnenews.com – Sebanyak 987 unit rumah hunian tetap (huntap) di kawasan Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat tidak ditempati secara permanen oleh pemiliknya.
Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang, Ernowo Pujo Santoso, mengatakan dari total 1.951 unit hunian yang dibangun, sebanyak 964 unit tercatat ditempati secara tetap.
Sementara itu, 987 unit lainnya tidak ditempati secara permanen. Sebagian rumah dibiarkan kosong, sedangkan sebagian lainnya hanya digunakan sebagai tempat singgah atau dimanfaatkan untuk keperluan lain.
Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 419 rumah dibiarkan kosong, 42 unit ditinggalkan pemiliknya karena merantau, 41 unit telah ditempati orang lain, dan 27 unit digunakan sebagai posko organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain itu, sebanyak 458 rumah hanya dijadikan tempat singgah atau ditempati secara berkala oleh para penyintas erupsi Gunung Semeru.
“Jadi dari 1.951 itu yang ditempati hanya sebanyak 932 unit, ditambah 32 unit ditempati ahli waris. Ada yang ditempati berkala 458 unit. Tidak ditempati sama sekali 419 unit,” ucap Ernowo di Lumajang, Senin (26/10/2026).
Menurut Ernowo, lambatnya perputaran ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan di kawasan relokasi menjadi faktor yang memengaruhi keputusan sebagian penyintas untuk tidak menetap di hunian tersebut.
“Ini di lokasi BSD itu dari sisi perekonomian perputarannya itu memang masih terkesan lambat sekali. Artinya mereka itu untuk bertahan hidup itu kan harus ada penghasilan. Nah, itu faktor utama yang berpengaruh,” tambahnya.
Ernowo mengatakan pemerintah berencana menertibkan hunian relokasi yang tidak ditempati oleh pemilik yang telah menerima hak guna pakai.
Langkah tersebut dapat mencakup penarikan kembali hak guna pakai atas rumah yang tidak ditempati agar hunian dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan awalnya.
“Ini rencana kami memang akan melakukan penertiban. Artinya ketika penyintas yang sudah mendapatkan rumah di BSD, tapi sama sekali tidak ditempati, kita bisa melakukan penarikan kembali,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pemerintah membangun 1.951 unit hunian tetap di kawasan BSD untuk merelokasi warga yang rumahnya rusak akibat erupsi Gunung Semeru pada 2021.