- Istimewa
Investasi di Sulteng Tembus Tiga Besar Nasional, Gubernur Anwar Hafid: Kesejahteraan Rakyat yang Utama
tvOnenews.com, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan komitmen tegas agar setiap gelombang investasi raksasa yang masuk ke daerahnya wajib berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pernyataan ini sejalan dengan pencapaian membanggakan di mana Bumi Tadulako sukses menempati peringkat ketiga nasional dalam realisasi investasi periode Januari hingga September 2026.
Berdasarkan data resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total nilai investasi di Sulawesi Tengah sukses meroket hingga menyentuh angka Rp116 triliun.
“Sulawesi Tengah sangat terbuka bagi siapa pun. Dalam segala bentuk dan peluang investasi, kami selalu menyambut baik sepanjang itu memberi dampak positif bagi daerah, terutama bagi rakyat Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid, Minggu (25/10/2026).
Lebih dari itu, substansi utama investasi adalah menghadirkan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, Sulteng terus menggenjot sektor industri pengolahan dan hilirisasi guna memberikan nilai tambah komoditas daerah serta membuka peluang ekonomi baru.
“Kami percaya investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, berbagi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak meninggalkan masyarakat lokal.
Secara nasional, realisasi investasi periode Januari–September 2026 mencatatkan angka fantastis sebesar Rp1.539,2 triliun, atau tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Gelombang investasi masif ini tercatat berhasil menyerap sebanyak 2.194.496 tenaga kerja di berbagai sektor.
Menariknya, catatan BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan perolehan Rp779,4 triliun (50,6 persen), mengungguli wilayah Pulau Jawa yang mencatatkan angka Rp759,8 triliun (49,4 persen).
Dominasi Sulteng menjadi salah satu motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.