news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing.
Sumber :
  • ANTARA

Dalam Sepekan Dua Level Psikologis Penting Rupiah Sudah Tertembus, Ini Analisa Penyebab Rupiah Terpuruk

Dalam waktu sekitar sepekan, dua level psikologis penting rupiah sudah tertembus. Setelah Rp17.400/US$, kini pasar kembali menyaksikan rupiah melemah hingga menembus Rp17.500/US$.
Selasa, 12 Mei 2026 - 12:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com-Dalam waktu sekitar sepekan, dua level psikologis penting rupiah sudah tertembus. Setelah Rp17.400/US$, kini pasar kembali menyaksikan rupiah melemah hingga menembus Rp17.500/US$.

Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (12/5/2026) per pukul 09.15 WIB, rupiah terpantau melemah hingga menyentuh level Rp17.500/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level terlemah intraday sepanjang masa bagi rupiah.

Sejak awal perdagangan tekanan terhadap rupiah sejatinya sudah terlihat. Rupiah langsung anjlok pada awal perdagangan cukup dalam sebesar 0,43% ke posisi Rp17.480/US$.

Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Rupiah sebelumnya juga sudah menembus level psikologis Rp17.400/US$ pada Selasa pekan lalu (5/5/2026).

Pelamahan ini dinilai berat, karena pada saat yang sama, kenaikan harga minyak juga dapat menambah risiko inflasi dan tekanan terhadap fiskal, terutama jika beban subsidi energi ikut meningkat.

Tekanan fiskal ini menjadi penting karena defisit APBN memang tengah mengalami sorotan cukup besar. Pada 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Meski angka ini masih berada di bawah batas maksimal defisit anggaran yang ditetapkan dalam Undang-Undang, yakni 3% terhadap PDB. Kondisi inilah yang membuat pelaku pasar mulai mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam menjaga defisit APBN agar tetap berada di bawah batas 3% terhadap PDB sepanjang 2026.

Selain faktor global, pelemahan rupiah juga diperparah oleh faktor psikologis pasar. Tertembusnya level Rp17.500/US$ menjadi sinyal baru bahwa tekanan terhadap rupiah belum mereda.

Level psikologis sangat penting dalam pergerakan mata uang. Ketika level tersebut tertembus, pelaku pasar biasanya menjadi lebih defensif.

Permintaan dolar AS dapat meningkat, baik untuk kebutuhan transaksi, lindung nilai, maupun antisipasi pelemahan lebih lanjut.

Apalagi, rupiah baru saja menembus level Rp17.400/US$ pada pekan lalu. Kini, hanya dalam waktu singkat, rupiah kembali menembus Rp17.500/US$.

Tertembusnya dua level psikologis dalam sekitar sepekan menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah bergerak cepat. Kondisi ini juga berpotensi memperkuat persepsi bahwa pelemahan mata uang Garuda masih belum selesai.

Namun, tekanan terhadap rupiah kali ini terjadi ketika cadangan devisa Indonesia sudah mengalami penurunan cukup dalam sepanjang 2026. Kondisi ini membuat pasar menilai BI kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam menggunakan amunisinya untuk menahan pelemahan rupiah.(bwo)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:38
01:15
09:13
05:50
05:33
01:05

Viral