news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Pastikan APBN Masih Aman dan Siap Intervensi Pasar Obligasi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi gejolak nilai tukar jauh sebelum rupiah menyentuh level terlemah baru.
Selasa, 12 Mei 2026 - 15:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran pasar. Namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam kendali dan beban subsidi pemerintah tetap aman meski tekanan global terus meningkat.

Purbaya mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi gejolak nilai tukar jauh sebelum rupiah menyentuh level terlemah baru.

Dalam perhitungan internal Kementerian Keuangan, asumsi kurs yang digunakan disebut sudah berada di atas target makro APBN 2026 yang dipatok Rp16.500 per dolar AS.

“Pada waktu kita hitung itu, kita asumsinya sudah di atas asumsi APBN rupiah-nya, jadi gak seheboh mungkin, tapi di atas itu, enggak jauh berbeda sama dengan sekarang. Jadi APBN-nya masih relatif aman,” jelas Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Di tengah memanasnya situasi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, pemerintah mengklaim telah menghitung berbagai skenario terburuk terhadap postur APBN.

Bahkan jika harga minyak mentah bertahan di atas US$100 per barel, pemerintah menilai defisit anggaran masih dapat dijaga di bawah ambang batas 3 persen.

Meski begitu, tekanan terhadap rupiah diakui tetap menjadi perhatian serius. Purbaya menegaskan stabilisasi kurs sepenuhnya menjadi domain Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, sementara Kementerian Keuangan akan membantu melalui instrumen fiskal dan pasar keuangan yang dimiliki pemerintah.

“Anda mesti tanya bank sentral, jangan tanya saya, tugas bank sentral hanya satu kan menjaga stabilitas nilai tukar, dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di bank sentral, saya pikir mereka akan bisa mengendalikan dengan baik,” jelas Purbaya.

Namun di balik pernyataan tersebut, pemerintah ternyata mulai menyiapkan langkah konkret untuk meredam gejolak pasar. Salah satu strategi yang akan ditempuh adalah intervensi pasar obligasi guna menjaga stabilitas yield surat utang negara agar tidak melonjak tajam dan memicu arus keluar modal asing.

“Kita akan bisa mulai membantu, besok mungkin dengan masuk ke bond market,” kata dia.

Purbaya juga kembali menyinggung skema Bond Stabilization Fund (BSF), meski belum dijalankan secara penuh. Pemerintah disebut akan mengaktifkan instrumen yang tersedia untuk menopang pasar obligasi domestik.

“Itu yang disebut Bond Stabilization Fund kan, tapi belum fund semuanya, kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini,” tegas Purbaya.

Menurut Purbaya, lonjakan yield obligasi berisiko memicu capital loss bagi investor asing yang memegang surat utang Indonesia. Jika tidak dikendalikan, kondisi itu dapat memperparah tekanan terhadap rupiah akibat derasnya arus modal keluar.

“Kita kan masih banyak uang nganggur, kita intervensi bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi. Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar,” lugasnya.

Dengan intervensi tersebut, pemerintah berharap investor asing tetap bertahan bahkan kembali masuk ke pasar domestik sehingga tekanan terhadap rupiah dapat mereda.

“Jadi kita kendalikan itu supaya asing yang nggak keluar atau masuk malah kalau yieldnya membaik, sehingga rupiah akan menguat. Kita akan masuk besok, mulai besok. (Buyback) Semacam itu,” tandas Purbaya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Rupiah terkoreksi 69 poin atau 0,40 persen ke level Rp17.483 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.414 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang Garuda terus berlanjut sepanjang pagi. Berdasarkan data wise.com pada pukul 10.20 WIB, kurs rupiah bahkan telah menembus level Rp17.510 per dolar AS. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:38
01:15
09:13
05:50
05:33
01:05

Viral