- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Mensesneg Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, Pangan hingga Hilirisasi Jadi Fokus
Jakarta, tvOnenews.com - Guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis di sektor riil, termasuk bidang pangan, perikanan, energi, serta hilirisasi industri.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat, terutama di bidang pangan, program di bidang energi, kemudian program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," ujar Prasetyo.
Menurutnya, upaya menjaga stabilitas ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi antarlembaga agar kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan selaras serta saling mendukung.
Prasetyo menilai tantangan ekonomi global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut diperlukan agar setiap kebijakan yang diterapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional.
"Dalam situasi hari ini, menuntut kerja sama di antara kita semua. Kebijakan-kebijakan harus saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya harmonisasi antara kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia hingga saat ini masih cukup solid.
Meski demikian, pemerintah tetap mencermati berbagai perkembangan ekonomi yang berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah maupun laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk itu, Prasetyo mengajak seluruh elemen bangsa tetap menjaga optimisme dan menjalankan peran masing-masing secara maksimal guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.
"Kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," pungkasnya. (ant/rpi)