news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Rupiah.
Sumber :
  • Tim tvOne

Rupiah Hari Ini 10 Juni 2026 Menguat ke Rp17.905 per Dolar AS Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,5 Persen

Rupiah hari ini 10 Juni 2026 menguat ke Rp17.905 per dolar Amerika Serikat (AS) usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan ke 5,50 persen. 
Rabu, 10 Juni 2026 - 09:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah hari ini 10 Juni 2026 menguat ke Rp17.905 per dolar Amerika Serikat (AS) usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan ke 5,50 persen. 

Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp18.141 pada Selasa, 9 Juni 2026. 

Posisi rupiah menguat 30 poin dari kurs sebelumnya di level Rp18.171 pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Pada Rabu, 10 Juni 2026 hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.905 per dolar AS. 

Posisi rupiah hari ini menguat 153 poin atau 0,85 persen dari posisi sebelumnya di level Rp18.058 per dolar AS.

Untuk diketahui, BI telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.

BI memandang perlunya menempuh langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.

Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan suku bunga acuan itu merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

"Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada di kisaran sasaran 2,5±1 persen sebagaimana yang ditetapkan pemerintah," terangnya dalam riset hariannya, Rabu (10/6/2026). 

Di sisi lain, pemerintah memberi sinyal tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp18.200 per dolar AS dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, pemerintah juga akan membahas perkembangan proyek Indonesia Financial Center (IFC) yang belakangan menjadi perhatian sebagai salah satu instrumen penguatan sektor keuangan nasional. 

Saat ini, kata dia, sinergi kebijakan ekonomi terus diperkuat baik dari sisi moneter maupun fiskal. 

Koordinasi antara BI dan Kementerian Keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang diharapkan.

"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp18.050-Rp18.100," kata dia. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
08:57
06:35
01:22
08:09
01:38

Viral