news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menkeu Tiongkok.
Sumber :
  • Kemenkeu

Purbaya Bidik Dana US$1 Miliar dari Panda Bonds yang Dijual di China

Penerbitan surat utang Panda Bonds yang dijual di China disiapkan demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah lewat diversifikasi pembiayaan internasional.
Jumat, 19 Juni 2026 - 15:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan bahwa pemerintah membidik dana US$1 miliar dari penerbitan surat utang Panda Bonds.

Hal itu disampaikannya Purbaya usai menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an, maupun pihak dari bank sentral China China People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta investor.

"Tapi kita lihat marketnya seperti apa. Kalau marketnya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya," kata Purbaya di Beijing, dikutip Jumat (19/6/2026).

Penerbitan surat utang Panda Bonds di China disiapkan Pemerintah RI demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah lewat diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Untuk diketahui, Panda Bonds merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dalam mata uang yuan atau renminbi, sehingga bisa dijual langsung kepada investor di China daratan.

Untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing, harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak 'underwriter'-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," ujar Purbaya.

Dengan dukungan dari PBOC tersebut, Purbaya pun optimistis bahwa Panda Bondsbdapat diterbitkan pada tahun ini.

"Ini minggu depan sudah mulai 'book building' harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," kata Purbaya.

"Book building" yang dimaksud adalah masa penawaran awal dimana perusahaan dan penjamin emisi (underwriter) mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Kemudian bisa dilihat berapa sih (minat terhadap Panda Bonds), dan kami memang ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan, sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja," ujarnya.

Terlebih, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction), yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung 'bilateral swap agreement' tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap rupiah juga nantinya," ujarnya.

Sebagai informasi, dana hasil penerbitan Panda Bonds dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan anggaran, proyek infrastruktur, investasi, atau kebutuhan korporasi lain. Surat utang ini dianggap punya sejumlah keuntungan strategis. Pertama, yakni membuka akses ke sumber pembiayaan baru di luar pasar obligasi berbasis dolar AS atau euro.

Kedua, biaya pendanaan berpotensi lebih efisien jika tingkat suku bunga di pasar China lebih kompetitif dibandingkan pasar obligasi global berbasis dolar AS dan penerbit pun memperoleh dana dengan biaya pinjaman yang lebih rendah dan struktur pendanaan yang lebih optimal.

Ketiga, "Panda Bonds" juga mengurasi risiko dalam pengelolaan nilai tukar, karena jika suatu negara memiliki kebutuhan pembiayaan atau perdagangan terkait dengan China, penggunaan yuan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan menekan risiko fluktuasi kurs dan akhirnya dapat mendukung diversifikasi cadangan devisa serta memperkuat hubungan ekonomi serta keuangan dengan China.

Keempat, bagi investor domestik China, "Panda Bonds" memberi pilihan instrumen investasi yang lebih beragam mengingat investor dapat memperoleh eksposur terhadap penerbit internasional tanpa harus keluar dari pasar keuangan domestik. (VIVA/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral