- Istimewa
Dukung Implementasi B50, TAPG Bantu Petani Sawit Pacu Produktivitas Perkebunan Rakyat
Jakarta, tvOnenews.com – Implementasi mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit Indonesia.
Seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku minyak sawit untuk memenuhi program tersebut, produktivitas perkebunan rakyat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan secara berkelanjutan.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, lebih dari 40 persen luas perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh petani rakyat. Karena itu, peningkatan kapasitas petani melalui penerapan praktik budidaya yang baik dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri sawit sekaligus mendukung keberhasilan implementasi B50.
Sejalan dengan itu, publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) “Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024” yang dirilis pada 2025, kelapa sawit masih menjadi komoditas perkebunan strategis Indonesia dengan cakupan areal yang luas dan melibatkan berbagai pelaku usaha, termasuk perkebunan rakyat.
Karena itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan produktivitas menjadi kunci memenuhi kebutuhan sawit nasional tanpa harus membuka lahan baru.
Menurutnya, produktivitas kebun rakyat masih memiliki ruang yang besar untuk terus ditingkatkan melalui penggunaan bibit unggul, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani.
Pandangan tersebut sejalan dengan implementasi B50 yang membutuhkan pasokan bahan baku minyak sawit secara berkelanjutan. Karena itu, peningkatan produktivitas petani sawit menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat pasokan tanpa harus melakukan ekspansi lahan.
Semangat tersebut juga diwujudkan oleh PT Trieka Agro Nusantara (TAN), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), melalui Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) yang merupakan bagian dari inisiatif TAP Untuk Negeri.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui pelatihan teori, praktik lapangan, serta pendampingan penerapan teknik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan.
Pelatihan PERKASA tidak hanya membahas aspek teknis budidaya, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pemilihan bibit unggul, pemupukan yang tepat, perawatan tanaman, pengendalian gulma, hingga pengelolaan kebun yang lebih efisien agar produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan.