- Istimewa
Dukung Implementasi B50, TAPG Bantu Petani Sawit Pacu Produktivitas Perkebunan Rakyat
Program PERKASA tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Setelah mengikuti kelas teori dan praktik lapangan, peserta juga memperoleh pendampingan berkelanjutan melalui layanan konsultasi agronomi yang dapat diakses melalui WhatsApp.
Layanan tersebut memungkinkan petani memperoleh pendampingan secara berkelanjutan dengan berkonsultasi mengenai berbagai persoalan budidaya yang mereka hadapi di kebun sehingga proses pembelajaran tetap berlanjut setelah pelatihan selesai.
Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jayan Wahyudi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pengembangan perkebunan sawit rakyat.
“Dengan mengikuti pelatihan, kami berharap petani dapat meningkatkan keterampilan serta hasil produksi sawit,” ujar Jayan, Kamis (2/7/2026).
Salah satu peserta pelatihan, Wardino (45), mengaku mulai merasakan perubahan dalam cara mengelola kebunnya setelah mengikuti PERKASA. Kebun sawit bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga aset yang harus dirawat dengan pengetahuan dan praktik yang tepat.
“Setelah mengikuti pelatihan, hasil panen meningkat dan saya semakin memahami cara mengelola kebun dengan lebih baik. Banyak hal baru yang saya pelajari, mulai dari perawatan tanaman, pemupukan, hingga bagaimana menerapkan praktik kebun yang lebih tepat,” ujar Wardino.
Melalui PERKASA, TAP Untuk Negeri mendorong agar petani sawit semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi budidaya sekaligus mampu mengelola kebunnya secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat implementasi B50 melalui peningkatan produktivitas tanpa ekspansi lahan, sehingga pertumbuhan industri sawit dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan pembangunan ekonomi daerah. (rpi)