news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Airlangga: Sinyal Positif bagi Investor Global

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan S&P merupakan sinyal positif yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Selasa, 14 Juli 2026 - 11:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook Stabil.

Keputusan tersebut menegaskan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade, sekaligus mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik, volatilitas harga komoditas, dan ketatnya kondisi keuangan global.

Dalam publikasi Research Update bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At ‘BBB/A-2’; Outlook Stable yang dirilis Senin (13/7), S&P menilai prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makro ekonomi yang prudent, serta beban utang pemerintah dan utang eksternal yang relatif rendah menjadi faktor utama yang menopang peringkat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan S&P merupakan sinyal positif yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

“Afirmasi peringkat oleh S&P pada level BBB dengan outlook Stabil merupakan pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah,” ujar Airlangga, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

“Di tengah ketidakpastian global yang meningkat, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di kisaran 5 persen, mempertahankan disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3 persenPDB, serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam. Ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid,” lanjut dia.

S&P memperkirakan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Pertumbuhan riil diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026, dengan rata-rata 4,9 persen sepanjang periode 2026–2029.

Proyeksi tersebut diperkuat oleh realisasi pertumbuhan ekonomi 5,6 persen (year-on-year) pada triwulan I-2026 yang ditopang peningkatan belanja pemerintah dan percepatan pencairan anggaran.

Selain pertumbuhan, disiplin fiskal juga menjadi salah satu alasan utama dipertahankannya outlook Stabil. S&P menilai komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi jangkar penting dalam menjaga kelayakan kredit Indonesia.

Kinerja penerimaan negara turut menjadi sorotan positif. Selama lima bulan pertama 2026, pendapatan negara tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh membaiknya administrasi perpajakan, peningkatan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta naiknya royalti dan dividen dari sektor sumber daya alam.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:15
03:17
05:38
09:17
01:20
05:04

Viral