- dok. Kemendag
RI-UEA Bidik Lompatan Dagang, Transaksi Tembus US$3,14 Miliar di Semester I 2026
Indonesia, kata Budi, tetap membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan memastikan pelaksanaan perjanjian berjalan sesuai aturan.
“Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan perjanjian maupun prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara,” tambah Budi.
Sementara itu, Menteri Thani mengungkapkan rencana membawa delegasi bisnis UEA ke Indonesia dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut diharapkan dapat mempertemukan langsung pelaku usaha kedua negara sekaligus memburu peluang perdagangan dan kerja sama baru.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan IUAE-CEPA secara lebih optimal. Untuk itu, kami berencana membawa delegasi bisnis UEA ke Indonesia dan bertemu dengan pelaku usaha Indonesia. Kami harap, upaya ini dapat mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan melalui perjanjian ini,” ujar Thani.
Potensi peningkatan hubungan dagang kedua negara tercermin dari kinerja perdagangan terbaru. Pada Januari–Juni 2026, total perdagangan Indonesia dan UEA tercatat mencapai US$3,14 miliar, terdiri dari ekspor Indonesia sebesar US$1,76 miliar dan impor sebesar US$1,38 miliar.
Sementara sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$6,42 miliar. Indonesia membukukan ekspor sebesar US$4,02 miliar dan impor US$2,39 miliar, sehingga mencatat surplus perdagangan sebesar US$1,63 miliar terhadap UEA.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke UEA antara lain perhiasan, lemak dan minyak hewani atau nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja. Adapun produk utama yang diimpor Indonesia dari UEA meliputi perhiasan, garam, belerang dan kapur, aluminium, senjata dan amunisi, serta plastik dan barang dari plastik. (agr/rpi)