news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi keras kepada jajaran kepolisian untuk membongkar jaringan mafia beras SPHP hingga tuntas..
Sumber :
  • Antara

Skandal Beras SPHP di Jakarta Timur: Mentan Amran Memohon Polisi Sikat Habis Jaringan Mafia

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memohon kepada kepolisian untuk bongkar jaringan mafia beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga tuntas. 
Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi keras kepada jajaran kepolisian untuk membongkar jaringan mafia beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga tuntas. 

Seruan ini disampaikan menyusul temuan praktik pengoplosan beras subsidi menjadi beras premium dalam skala masif di Jakarta Timur.

Amran menegaskan bahwa penyelidikan polisi tidak boleh berhenti pada pelaku yang telah diamankan saat ini. 

Ia menuntut aparat untuk mengusut tuntas seluruh rantai distribusi, mulai dari titik asal, proses pengemasan ulang, hingga otak intelektual yang menikmati keuntungan di balik praktik haram tersebut.

"Kalau bisa dibongkar sampai akar-akarnya. Kami sebagai Menteri Pertanian, kami memohon kepada Pak Kapolres, kepolisian, ini dibongkar sampai akar-akarnya," tegas Amran saat melakukan sidak di Toko Beras Kayumanis, Matraman, Rabu (28/10).

Dalam tinjauannya, Mentan mendapati dugaan penyalahgunaan 600 ton beras bersubsidi yang dialihfungsikan menjadi beras premium. 

Amran menyebut tindakan ini telah merusak tata niaga pangan nasional dan sangat merugikan masyarakat kecil. 

Ia bahkan tidak segan-segan mengancam akan memecat dan memproses hukum pegawainya sendiri jika terbukti ada keterlibatan internal dalam kasus ini.

Terkait temuan awal yang mengarah pada gudang Bulog di Kelapa Gading sebagai sumber pasokan, Amran menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk melakukan pendalaman.

"Pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan beras bersubsidi karena tindakan tersebut merugikan masyarakat sekaligus mengganggu tata niaga pangan nasional," ungkapnya.

Setelah mendatangi lokasi pertama di Kayumanis, Amran bersama pihak kepolisian melanjutkan sidak ke Pasar Induk Beras Cipinang. 

Di sana, ia mencium aroma praktik serupa yang dilakukan dalam skala jauh lebih besar. Amran menduga, jika aksi ini terus berlanjut setiap hari, volume beras yang diselewengkan bisa mencapai ribuan ton.

Langkah tegas ini dilakukan Amran sebagai upaya menciptakan efek jera bagi para pelaku sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap program pangan pemerintah. 

Ia berharap pengusutan perkara ini tidak hanya menjerat pemain lapangan, tetapi juga memutus rantai mafia beras yang selama ini bermain di balik layar. (ant/dpi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral