- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Merayakan Kemerdekaan Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Cara Tetap Kulineran dengan Lebih Sehat
tvOnenews.com - Bagi masyarakat Indonesia, perayaan Hari Kemerdekaan bukan sekadar upacara bendera dan perlombaan khas 17 Agustus. Ada satu tradisi lain yang hampir selalu hadir setelah berbagai kegiatan selesai: makan bersama.
Dari masakan rumahan, jajanan kaki lima, hingga kuliner khas daerah, makanan menjadi bagian penting dari cara masyarakat menikmati kebersamaan sekaligus merayakan kekayaan budaya Nusantara.
Namun, kemeriahan tersebut juga bisa menjadi momentum untuk lebih memperhatikan kesehatan. Sebab, berbagai makanan yang hadir dalam perayaan sering kali mengandung lemak jenuh, gula, garam, atau kalori dalam jumlah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.
Karena itu, merayakan kemerdekaan tidak harus berarti menghindari makanan favorit, tetapi bisa dilakukan dengan lebih sadar terhadap porsi, pilihan makanan, dan kondisi tubuh.
Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah kadar kolesterol. Masalahnya, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali.
Seseorang bisa merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, sementara kadar lemak dalam darahnya sudah meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kolesterol darah yang tinggi sebagai salah satu faktor risiko penting penyakit kardiovaskular.
Kolesterol Tinggi Sering Datang Tanpa Gejala
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, tetapi kadar yang tidak sehat dapat menjadi persoalan. Terutama ketika kadar LDL atau kolesterol yang sering disebut sebagai "kolesterol jahat" terlalu tinggi.
Dalam jangka panjang, LDL dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.
Kondisi tersebut dapat mempersempit aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Yang membuat kondisi ini perlu diwaspadai adalah tidak adanya gejala khas pada sebagian besar orang dengan kolesterol tinggi. B
ahkan, penyakit pembuluh darah dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa keluhan yang jelas. Serangan jantung atau stroke terkadang justru menjadi tanda pertama adanya masalah pada pembuluh darah.
Karena itu, rasa sehat saja tidak cukup untuk memastikan kadar kolesterol berada dalam kondisi baik. Pemeriksaan profil lipid melalui tes darah dapat membantu mengetahui kondisi kolesterol secara lebih objektif.