- Gambar ilustrasi AI
Gangguan Mata Kerap Tak Disadari, Teknologi Skrining Bantu Kenali Gejalanya Lebih Awal
- Gambar ilustrasi AI
Dari sisi komunitas, Sundus Wahidah, Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua, siswa, dan warga sekolah untuk belajar berbagi sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Sundus.
Dukungan pemberian kacamata melibatkan M-Optik JEC. Mubadiyah, Kepala Divisi Marketing dan Komunikasi JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan bahwa kacamata diberikan kepada peserta yang membutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Program tersebut menunjukkan bagaimana skrining mata, edukasi, dan akses terhadap alat bantu penglihatan dapat dipadukan dalam kegiatan berbasis komunitas.
Teknologi skrining mata akan lebih bermanfaat apabila diikuti kesadaran masyarakat untuk memeriksakan penglihatan secara berkala. Melalui kolaborasi itu, upaya tersebut diwujudkan lewat pemeriksaan mata gratis, edukasi penggunaan gawai yang lebih bijak, serta bantuan kacamata bagi peserta yang membutuhkan.
Tujuannya bukan hanya membantu masyarakat melihat lebih jelas, tetapi juga mendorong gangguan penglihatan dikenali lebih awal sebelum mengganggu aktivitas belajar, bekerja, dan kehidupan sehari-hari. (udn)