- Kementerian HAM
Top 5 Artikel Sepekan: Respons Natalius Pigai Soal MBG, Polemik Paspor WNA Anak Dwi Sasetyaningtyas, Striker Belgia Siap Bela Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Inilah deretan artikel paling populer di website tvOnenews.com dalam satu pekan terakhir dari tanggal 22 Februari sampai 28 Februari 2026.
Mulai dari respons Natalius Pigai saat Ketua BEM UGM laporkan MBG ke UNICEF, polemik paspor WNA anak Dwi Sasetyaningtyas sampai striker Belgia siap bela Timnas Indonesia.
1. Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Menteri HAM RI Natalius Pigai merespons sikap BEM UGM yang mengirimkan surat terbuka kepada UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund).
Surat yang dikirimkan pada 6 Februari 2026 ini merupakan respons atas tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.
Melalui Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, mereka mendesak agar UNICEF mengentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia.
Merespons hal itu, Natalius Pigai menegaskan bahwa siapa pun yang ingin menghapus program MBG tersebut berarti melawan prinsip HAM.
“Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil. Kesehatan bagi anak-anak kecil. Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF,” kata Pigai, Jumat (20/2/2026).
Baca Selengkapnya: Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM
2. Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal
- Antara
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa tidak ada pandang buluh terkait kasus tindak pidana pencucian uang setelah dilakukan penggeledehan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Kamis (19/2/2025).
Kasus ini merupakan hasil pengembangan perkara tambang emas ilegal di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2019-2022 yang telah diputus Pengadilan Negeri Pontianak.
Menurut dia, penggeledahan yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilaksanakan Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri terkait perkara tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal tindak pidana secara bersama-sama menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, penjualan emas yang berasal dari pertambangan tanpa izin.
“Jadi intinya kita meminta Bareskrim menelusuri dan menindak tegas siapapun yang terlibat,” jelas Jenderal Listyo Sigit kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
3. Sikapi Polemik Paspor Anak WNA Inggris, Bobon Santoso Sesalkan Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP: Kami Bangga sebagai WNI
- Kolase Instagram/@bobonsantoso/@sasetyaningtyas
Konten kreator Bobon Santoso menyikapi kontroversi ucapan dari diaspora Dwi Sasetyaningtyas yang mengatakan bangga paspor anaknya menjadi warga negara asing (WNA) Inggris.
Tyas merupakan WNI yang mengenyam pendidikan di Delft University of Technology, Belanda jurusan Sustainable Energy Technology melalui beasiswa LPDP.
“Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,“ kata Dwi Sasetyaningtyas.
Dengar pernyataan Dwi Sasetyaningtyas, Bobon Santoso langsung memberikan sindiran telak. Menurutnya, dia bangga dengan status Warga Negara Indonesia (WNI) meski dirinya keturunan Tionghoa.
“Kami bangga terlahir sebagai WNI,” tulis Bobon Santoso dalam Instagram pribadinya, Minggu (22/2/2026).
4. Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Terlanjur Pamer Anak WNA, Kemenkum: Anaknya Masih WNI, Tak Bisa Asal Pindah
- Istimewa
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum (Kemenkum) memastikan anak alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, masih berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Widodo, selaku Dirjen AHU Kemenkum merujuk pada status Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, Arya Irwantoro yang sampai sekarang masih berstatus WNI.
“Sampai saat ini, kedua orang tua ini (Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Irwantoro) adalah warga negara Indonesia. Kalau dua warga negara Indonesia memiliki keturunan, tentu anaknya adalah anak Indonesia gitu,” jelas Widodo di kanal YouTube Ditjen AHU Kemenkum, Jumat (27/2/2026).
Mengacu pada status Indonesia yang menganut prinsip kewarganegaraan tunggal pada garis keturunan, maka anak yang dilahirkan secara hukum mengikuti kewarganegaraan orang tuanya.
“Jika kemudian yang bersangkutan, baik ibu bapaknya adalah WNI, maka anaknya seharusnya secara umum berkewarganegaraan Indonesia, melekat di dalamnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan,“ paparnya.
5. Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp43 Miliar Berdarah Jogja
- Instagram @robin.mirisola - Instagram @oleromeny
Penampilan Ole Romeny di klubnya Oxford United menuai sorotan karena dia belum catatkan gol ataupun assist dalam 14 laga berturut-turut.
Bahkan dalam laga terakhirnya bersama Oxford United, Minggu (22/2), Ole Romeny yang masuk sebagai pemain pengganti hanya mendapat rating 5,9 dari situs FotMob.
Karena hal inilah, Timnas Indonesia dituntut mencari striker baru yang lebih tajam. Nama pemain muda Belgia keturunan Jogja Robin Mirisola jadi sorotan.
Saat ini, Robin Mirisola telah promosi ke tim utama klub papan atas Belgia KRC Genk dan mengoleksi enam gol dan lima assist dari 16 laga musim lalu saat perkuat tim muda.
Pada musim 2025/2026 ini, striker keturunan Jogja tersebut telah catatkan masing-masing satu gol dan satu assist dari 12 pertandingan untuk KRC Genk di Liga Belgia.