- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Top 3: KDM Siap Temui Kementerian PAN-RB, Kadisdik Jabar Sejalan, Bu Guru Atun SMAN 1 Purwakarta Sumbang Rp25 Juta
tvOnenews.com - Berita tentang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi topik terpopuler di tvOnenews.com pada 23 April 2026.
Berikut rangkuman tiga artikel terpopuler di tvOnenews.com:
KDM Siap Temui Kementerian PAN-RB untuk Perjuangkan Hak Guru Honorer
- Instagram Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak tenaga honorer yang belum menerima gaji.
Ia berencana menemui Kementerian PAN-RB untuk mencari solusi atas keterlambatan pembayaran honor guru, tenaga kebersihan, hingga penjaga sekolah.
Permasalahan ini mencuat setelah laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, yang menyebutkan bahwa sejumlah tenaga honorer belum dibayar sejak Maret hingga April.
Meski anggaran sudah tersedia, pencairan terhambat aturan terkait kebijakan penghapusan tenaga honorer daerah pasca-2022.
Dedi menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan, mengingat peran tenaga honorer sangat penting dalam menunjang proses pendidikan.
Ia juga mendorong penataan ulang distribusi tenaga pendidik agar lebih merata.
Dalam waktu dekat, Dedi memastikan akan bertemu Menteri PAN-RB untuk mencari jalan keluar agar hak para honorer bisa segera terpenuhi tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Baca berita selengkapnya: Dedi Mulyadi Siap Temui Kementerian PAN-RB, Perjuangkan Hak Guru Honorer yang Belum Terbayarkan
Kadisdik Jawa Barat Sejalan dengan Dedi Mulyadi soal Sanksi Murid SMAN 1 Purwakarta
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Kasus siswa di SMAN 1 Purwakarta yang viral karena aksi tidak sopan terhadap guru kini ditangani dengan pendekatan pembinaan.
Sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sanksi tidak lagi berupa skorsing, melainkan pembinaan edukatif.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan sekitar sembilan siswa yang terlibat akan menjalani pembinaan selama tiga bulan.
Mereka tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar, namun diwajibkan ikut kegiatan sosial di sekolah dan masyarakat, serta mendapat pendampingan guru dan psikolog.
Peristiwa ini bermula saat pelajaran PKN yang diampu oleh Syamsiah atau Bu Atun.
Meski menjadi korban, ia telah memaafkan para siswa dan menilai kesalahan tersebut sebagai bagian dari proses belajar.
Dedi Mulyadi sebelumnya juga menyarankan agar sanksi lebih berfokus pada pembentukan karakter, seperti kegiatan kebersihan sekolah, daripada skorsing.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberi efek jera sekaligus mendidik siswa menjadi lebih baik.
Baca berita selengkapnya: Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta
Bu Guru SMAN 1 Purwakarta Sumbangkan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Kisah menyentuh datang dari SMAN 1 Purwakarta usai viralnya aksi tidak sopan sejumlah siswa terhadap gurunya.
Di tengah sorotan publik, sosok Syamsiah atau Bu Atun justru menunjukkan keteladanan luar biasa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang datang langsung ke sekolah memberikan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Bu Atun.
Namun, bantuan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Dengan penuh keikhlasan, Bu Atun memilih menyumbangkan seluruh uang tersebut kepada anak yatim melalui yayasan yang ia bina.
Ia juga telah memaafkan para siswa yang terlibat, karena meyakini mereka masih perlu dibimbing, bukan sekadar dihukum.
Sikap Bu Atun ini menuai simpati luas, sekaligus menjadi pelajaran berharga tentang arti memaafkan, mendidik dengan hati, dan berbagi kepada sesama di tengah situasi yang sempat viral negatif.
Baca berita selengkapnya: Bu Guru Atun SMAN 1 Purwakarta Tak Hanya Maafkan Murid, Uang Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi Justru Disumbangkan
(klw/gwn)